Sintang (Antara Kalbar) - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah mengatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan satu unit helikopter untuk memantau titik api di lima kabupaten wilayah timur Kalimantan Barat.

"Helikopter yang juga siaga water boombing itu ditempatkan di Sintang, untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lima kabupaten wilayah Timur Kalbar," kata Yosepha di kota Sintang, Kalimantan Barat, Jumat.

Menurut Yosepha, lima kabupaten wilayah timur Kalimantan Barat yaitu Kabupaten Sanggau, Sekadau, Melawi, Sintang dan Kapuas Hulu.

Ia menjelaskan helikopter tersebut ditempatkan di Sintang, karena saat ini Sintang termasuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional, yang menjadi prioritas dalam penanggulangan bencana khususnya di Kalimantan Barat.

"Selain Sintang, BNPB juga menempatkan dua helikopter water bombing di Kalimantan Barat," jelas Yosepha.

Yosepha mengatakan Kabupaten Sintang merupakan salah satu dari 136 kabupaten dan kota di Indonesia yang memiliki potensi bencana tingkat tinggi.

Meskipun tidak terdapat gunung berapi, minim potensi tsunami maupun gempa bumi, namun Sintang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan.

"Itu bukan hanya menjadi bencana dan masalah nasional, tapi juga internasional," tutur Yosepha.

Terkait Karhutla, Sekda mengatakan pemerintah daerah tegas menyatakan bahwa tidak dibenarkan pembukaan lahan pertanian dan perkebunan dengan cara dibakar.

Menurut dia, perusahaan yang membuka lahan dengan cara membakar akan dikenakan sanksi tegas dengan mencabut izin dan memproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Sedangkan untuk masyarakat yang membuka ladang berpindah dengan cara membakar yang merupakan bagian dari kearifan lokal akan diatur dan dilaporkan kepada aparat desa setempat.

Kemudian, kata Yosepha, akan diatur jadwal dan kegiatannya oleh aparat desa setempat setelah berkoordinasi dengan aparat.

"Itu dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif karhutla," kata Yosepha.

(T.KR-TFT/A039)


Pewarta: Tantra Nur Andi
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026