Pontianak (Antara Kalbar) - Wakil Bupati Sambas, Kalbar, Hairiah meresmikan Kelompok Bina Keluarga Tenaga Kerja Indonesia (BKTKI) Kabupaten Sambas sebagai wujud untuk perlindungan TKI asal daerah tersebut.

"Hadirnya BKTKI untuk memberikan perlindungan TKI Kabupaten Sambas. Semoga ini dapat menjawab persoalan dan tantangan TKI kita," katanya di Sambas, Rabu.

Hairiah menjelaskan bahwa masyarakat Kabupaten Sambas cenderung lebih banyak yang bekerja di luar negeri terutama di Malaysia dibandingkan di dalam negeri. Hal itu tentu didorong jarak Sambas dengan Serawak Malaysia yang berbatasan darat langsung lebih dekat.

"Masyarakat Sambas lebih banyak yang bekerja di Malaysia dibandingkan di dalam negeri terutama di Jakarta, Bandung dan yang lainnya," papar dia.

Ia menyebutkan bahwa TKI asal Sambas merupakan penyumbang TKI terbanyak di Malaysia. Dengan hal tersebut kata dia hadirnya BKTKI penting.

"Masyarakat yang telah menjadi TKI meski bisa mengelola keuangannya agar tak terus-terusan menjadi TK. Uang yang didapat harus bisa digunakan untuk menjadi modal usaha," sarannya.

Untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada penyumbang devisa negara dikatakan Hairiah, Pemerintah Kabupaten Sambas telah membuka Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP).

"Kita telah meresmikan LTSP. Jadi calon TKI tidak bersusah payah untuk menjadi TKI karena semua kepegurusan dokumen bisa di lakukan dalam satu lokasi. Untuk sekarang LTSP sudah melayani sekurangnya 35 calon tenaga kerja Indonesia," papar dia.

(U.KR-DDI/N005)

Pewarta: Dedi
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026