Sintang (Antaranews Kalbar) - Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sintang Tuah Mangasih mengatakan penemuan bayi yang dibuang orangtuanya di dekat tong sampah di Jalan Sengkuang RT 08 RW 02 Kelurahan Sengkuang Kecamatan Sintang ini, merupakan dampak dari pergaulan tidak sehat di kalangan remaja.
Dia yakin, orangtua dari bayi yang dibuang tersebut, adalah orangtua yang belum siap memiliki anak. "Bisa jadi orangtuanya merupakan remaja, dan bayi itu merupakan akibat dari pergaulan bebas," katanya.
Menurut Tuah, semakin tidak sehatnya pergaulan di kalangan remaja saat ini, adalah akibat dari kurangnya pengawasan keluarga dan lingkungan masyarakat.
Saat ini, masyarakat semakin tidak perduli dengan tempat tempat kost yang begitu bebas bercampur baur antara perempuan dan laki laki.
"RT dan RW sudah semakin cuek dengan kondisi lingkungannya. Terutama terhadap kost yang begitu bebas bercampur baur antara perempuan dan laki-laki," ujarnya.
Dia meminta Pemkab Sintang harus mengatur keberadaan rumah kost. Harus ada pengawasan ketat terhadap rumah kost, sehingga rumah kost tidak menjadi tempat bebas untuk berbuat asusila. "Akibat lingkungan yang bebas inilah, anak remaja semakin tidak terkontrol pergaulannya. Terutama mereka yang jauh dari orangtuanya," kata Tuah.
Dia mendesak, instansi terkait seperti Satpol PP bisa memberi imbauan pada pemilik kost untuk lebih mengontrol rumah kost miliknya, agar tidak menjadi tempat yang bebas berbuat asusila.
Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sintang, Syahroni telah mendatangi RSUD Ade M Djoen Kabupaten Sintang untuk mengetahui kondisi bayi yang ditemukan di dekat TPS tersebut. Bayi malang ini harus dirawat kembali di ruang perinatologi RSUD Ade M Djoen Sintang karena kondisi yang melemah.
Habibi, kakak dari Aini yang menemukan bayi ini mengatakan, bayi yang ditemukan di dekat TPS sudah sempat dibawa pulang. Tapi kembali dibawa ke RSUD karena kondisinya melemah. Bayi laki-laki yang diberi nama Alif tersebut kini mendapatkan perawatan medis yang baik.
"Tak ada kendala, langsung mendapatkan perawatan. Untuk biaya selanjutnya, kami sedang melengkapi administrasinya," katanya.
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sintang mengaku bersyukur mengetahui bayi tersebut telah dirawat oleh keluarga yang menemukannya.
"Tentunya kita sangat bersyukur bahwa si bayi bertemu dengan orang baik," katanya.
Syahroni meminta RSUD Ade M Djoen Sintang untuk memberikan perawatan medis yang terbaik pada bayi tersebut.
Bayi mungil berjenis kelamin laki laki ini ditemukan seorang warga di samping Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kelurahan Sengkuang Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang.
Aini (23), mahasiswi yang tinggal di Jalan Sengkuang RT 08 RW 02 Kelurahan Sengkuang inilah yang menemukan bagi tersebut, tergeletak di samping TPS. "Bayi itu tergeletak dalam keadaan terbungkus plastik hitam," katanya.
Diceritakan Aini, dirinya menemukan bayi mungil yang dibuang orang tuanya itu, saat akan membuang sampah, sekitar pukul 07.30 WIB.
Baca juga: Warga Sintang temukan bayi di dekat TPS
