"Terjadi letusan jam 03.31 durasi 4 menit ketinggian 2.000 m (teramati dari PGM Jrakah dan PGM Kaliurang) arah barat daya," tulis akun twitter resmi BPPTKG dikutip di Yogyakarta, Rabu.
Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santoso membenarkan informasi tersebut. Ia mengatakan ada kemungkinan bahwa letusan freatik kali ini merupakan kombinasi dengan letusan magmatik.
"Iya betul. Ada kemungkinan kombinasi magmatis tapi sedang menunggu analisa abu," kata Agus melalui pesan singkat.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Sleman Makwan mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap beraktifitas seperti biasa serta meningkatkan kewaspadaan.
"Gunakan alat pelindung diri (APD) apabila beraktifitas di luar rumah berupa masker, kacamata, jaket, penutup kepala dan alas kaki," kata dia.
Baca juga: Merapi alami letusan freatik ketiga
Pewarta: Luqman HakimEditor : Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026