Dikatakan Saragih, Bukit Momuluk di hulu Desa Rantau Malam, longsor pada Minggu (1/3), sekitar jam 10.00 WIB.
“Longsor setelah hujan deras. Lokasi longsor terlihat dari pemukiman masyarakat Desa Jelundung dan Rantau Malam,” katanya.
Dikatakan dia, meski belum ada laporan dari masyarakat secara tertulis, tapi pihaknya sudah berkoordinasi dengan Camat Serawai.
Longsor ini, kata anggota DPRD Sintang asal Serawai, lokasinya memang sangat jauh dari pemukiman penduduk. Jarak tempuh dari desa terdekat, yaitu Desa Rantau Malam ke Bukit Momuluk. Bukit Momuluk masuk dalam kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBR).
“Akibat bukit ini longsor, air sungai menjadi keruh. Masyarakat menjadi kesulitan air bersih," kata Sandan, anggota DPRD Sintang.
Sandan meminta masyarakat waspada. Karena curah hujan tinggi berpotensi mengakibatkan longsor susulan. “Ini longsor kejadian kedua. Dulu, lokasinya di Tirang Melawai. Habis itu dari Sungai Serawai satu hamparan kayu turun ke sungai. Ikan bahkan sampai naik ke atas akibat limbah tanah longsor yang terbawa ke sungai,” katanya.
Baca juga: Dua pengendara ditimpa longsor saat melintas di Jalan Pahlawan Manokwari
Baca juga: Longsor tutup akses transportasi di bagian barat Gorontalo Utara
Baca juga: Longsoran batu besar tutup Jalan Raya Garut-Pameungpeuk
Baca juga: Bencana longsor dan jalan ambles di wilayah barat Gorontalo
Pewarta: Tantra Nur AndiUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.