Banda Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, mengerahkan tim untuk menangani korban bencana angin kencang yang menyebabkan sejumlah rumah rusak ditimpa pohon tumbang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Simeulue Zulfadli di Simeulue, Selasa, mengatakan angin kencang yang terjadi dalam dua hari terakhir menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah warga di beberapa desa.

"Laporan yang kami terima ada tiga rumah ditimpa pohon tumbang akibat angin kencang. Selain itu, satu pos pemadam kebakaran juga rusak akibat pohon tumbang. Kami mengerahkan tim membantu korban bencana angin kencang tersebut," katanya.

Zulfadli menyebutkan rumah rusak ditimpa pohon tumbang akibat angin kencang tersebut ,yakni di Desa Luan Surip dan Desa Situfa Kaya, Kecamatan Simeulue Tengah, masing-masing satu rumah.

"Satu rumah lainnya di Desa Sua-sua, Kecamatan Teupah Tengah. Tidak ada korban jiwa dalam bencana angin kencang tersebut. Kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah, karena kondisi rumah rusak berat," katanya.

Ia mengatakan tim bekerja membersihkan batang-batang pohon yang tumbang menimpa rumah masyarakat serta membantu perbaikan kedua bangunan yang rusak akibat bencana alam tersebut.

Zulfadli mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem, seperti angin kencang disertai hujan lebat yang berpotensi menyebabkan bencana alam dalam waktu beberapa hari ke depan.

"Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang kami terima, ada potensi hujan lebat yang disertai angin kencang di beberapa wilayah di Kabupaten Simeulue," kata Zulfadli.

Kabupaten Simeulue merupakan wilayah kepulauan terluar di Provinsi Aceh. Pulau Simeulue berada di Samudra Hindia yang jaraknya sekitar 180 mil laut dari pesisir barat Pulau Sumatra.

Kabupaten Simeulue merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejak tahun 1999. Kabupaten Simeulue memiliki 10 kecamatan dengan 138 gampong atau desa yang dihuni sekitar 94 ribuan jiwa.



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026