Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Indonesia ke-13 Ma'ruf Amin menyatakan para santri maupun siswa bisa menjadi presiden asal selama tumbuh selalu mengkonsumsi makanan bergizi.  

Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Gerakan Nasional Makan Bergizi Santri dan Siswa Madrasah di Yayasan Al Jihad Shalahuddin Al Ayyubi, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis.   

"Kalian tidak usah khawatir, saya juga hidup di tengah-tengah habitat seperti ini (madrasah dan pesantren), tetapi saya bisa menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia. Oleh karena itu, ke depan saya harap kalian juga bukan hanya jadi wakil presiden, melainkan bisa jadi presiden asal makanannya bergizi," katanya. 

Ia mengutip salah satu ajaran ulama dalam Islam, yang menyatakan bahwa memberi makan orang yang lapar adalah fardu kifayah, yang artinya, jika tidak ada yang melaksanakan dosa, tetapi kalau ada yang menanggulangi, bisa hilang dosanya.  

Ma'ruf juga mengemukakan, jangan sampai sesama Muslim meninggalkan generasi yang lemah, baik itu lemah kesehatan, lemah pendidikan, maupun lemah akidahnya.

"Jangan sampai kita meninggalkan generasi yang tidak sehat atau lemah, antara lain karena menjadi bodoh, tidak menjadi cerdas karena makanannya tidak bergizi," ujar dia.

Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam hal ini, juga mengambil bagian penting untuk menerapkan dua misi, yakni sebagai khodimul ummah dan shodiqul hukumah

"Khodimul ummah atau pelayan umat, artinya ini melayani umat, menjadi bagian tugas MUI untuk makan bergizi ini, tetapi ini juga adalah sebagai shodiqul hukumah, mitra pemerintah karena program makan bergizi adalah program pemerintah," ucapnya

Ia menegaskan, program pemberian MBG bagi santri dan siswa madrasah ini tidak bisa hanya bertahan selama sepekan, tetapi harus berkelanjutan secara bertahap.

"Jangan sampai sepekan saja, bisa nanti setahun, dan terus berkelanjutan," tuturnya.

Dalam acara Pekan Makan Bergizi Gratis dan Siswa Madrasah di Yayasan Al Jihad Shalahuddin Al Ayyubi, makanan akan diberikan selama satu pekan kepada 240 pelajar, sedangkan di pesantren diberikan kepada 460 santri.

Program tersebut bekerja sama dengan MUI, Badan Pangan Nasional, BSI, Pelindo, dan Rumah Zakat Indonesia.

 



 

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026