Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Kesehatan dan Pertamina Patra Niaga meluncurkan Gerakan Satu Telur (Gestur) sebagai langkah inovatif berbasis komunitas untuk mencegah dan menurunkan angka stunting pada anak berusia di bawah dua tahun (baduta).
"Program ini menyasar 1.266 anak baduta dari 16 kecamatan dengan mendorong konsumsi telur sebagai sumber protein hewani terjangkau," kata Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Siswani, di Sungai Raya, Senin.
Dia menambahkan peran desa sangat penting dalam memastikan keberhasilan program ini. "Untuk memastikan intervensi tepat sasaran dan berkelanjutan, desa menjadi pelaksana utama mulai dari validasi data sasaran, distribusi telur harian, hingga monitoring evaluasi dan pelaporan," tuturnya.
Program Gestur diharapkan menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.
Selain itu, program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG No. 2 tentang Mengakhiri Kelaparan (Zero Hunger) dan SDG No. 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being).
"Dengan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat, Gestur diyakini dapat menjadi model intervensi gizi berkelanjutan yang inklusif dan efektif di Kalimantan Barat," katanya.
Di tempat yang sama, AFT Manager Supadio, Rasyd Krisdyanto mengatakan Gestur dirancang untuk memperkuat intervensi gizi di tingkat rumah tangga sekaligus melibatkan pemerintah desa sebagai garda terdepan dalam pendataan, distribusi, hingga evaluasi perkembangan anak penerima manfaat.
Rasyd mengatakan dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui AFT Supadio merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
"Kami mendukung Gestur melalui logistik, edukasi, serta penguatan kapasitas kader. CSR Pertamina sejak lama berfokus pada kesehatan ibu dan anak serta ketahanan keluarga, termasuk di wilayah operasi kami di Kubu Raya," tuturnya.
Senada, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya menekan angka stunting.
"Gestur adalah contoh nyata bagaimana pemerintah, perusahaan, dan masyarakat bisa saling menguatkan. Stunting bukan sekadar masalah kesehatan, tapi juga masa depan generasi. Pertamina Patra Niaga berkomitmen terus mendukung program berbasis komunitas yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat," kata dia.
