Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat jejaring layanan kesehatan ibu dan anak (KIA) di daerah, salah satunya melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Pusat Nasional (RSPN) Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta sebagai rumah sakit pengampu nasional.
"Kami menyambut baik kehadiran Tim Pengampuan Nasional KIA dari RSCM. Sinergi ini penting untuk memperkuat sistem rujukan dan meningkatkan kapasitas layanan kesehatan ibu dan anak di Kalbar, terutama dalam menekan angka kematian ibu dan bayi," kata Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar Harisson didampingi Direktur RSUD dr. Soedarso Pontianak dan jajaran, menerima kunjungan audiensi Tim Visitasi Pengampuan KIA Nasional dari RSCM di Kantor Gubernur Kalbar, Kamis.
Dalam pertemuan tersebut, Harisson menyampaikan apresiasinya atas langkah kolaboratif RSCM yang terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak di daerah.
"Kami tentunya juga berkomitmen untuk meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak, sehingga dengan adanya kolaborasi ini, tentu memperkuat komitmen Pemprov Kalbar," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pengampuan Nasional KIA RSCM, Prof. Dr. dr. Rina Agustina, M.Sc., Sp.A(K), menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan meninjau kesiapan fasilitas kesehatan di daerah serta memperkuat koordinasi dengan RSUD dr. Soedarso sebagai bagian dari jejaring rumah sakit pengampu wilayah.
"Kami ingin memastikan transfer pengetahuan, pelatihan tenaga kesehatan, dan pendampingan klinis berjalan efektif agar pelayanan KIA di daerah semakin optimal," tuturnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat memperkuat kerja sama dalam pengembangan layanan kesehatan ibu dan anak melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sistem rujukan, serta pemanfaatan teknologi informasi kesehatan.
"Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Kalimantan Barat dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan dasar dan rujukan, sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, tangguh, dan sejahtera," katanya.
