Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) memastikan dua desa yang saat terjadi bencana banjir dan tanah longsor yakni Desa Labuan Lumbubaka dan Desa Labuan Toposo Dusun Sisere sudah dapat diakses oleh kendaraan bermotor.
"Untuk akses jalan menuju Dusun Sisere Desa Labuan Toposo sudah bisa dilalui kendaraan motor dan mobil setelah tujuh titik longsor tersebut dibersihkan menggunakan alat berat," kata Bupati Donggala Vera Elena Laruni saat ditemui awak media di Tanantovea, Donggala, Rabu.
Ia mengemukakan, pembersihan akses jalan di daerah itu melibatkan BPBD, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.
Menurut dia, untuk menuju Desa Labuan Lumbubaka harus melalui sungai yang kondisi airnya sudah surut.
"Kalau akses jalan menuju Desa Labuan Lumbubaka itu yang terputus jembatan penghubung desa tapi saat ini untuk pembangunan jembatan tersebut sudah masuk tahap perencanaan," ucapnya.
Vera menyebutkan, pemerintah daerah bersama petugas gabungan bergerak cepat menyalurkan bantuan bahan pokok kepada masyarakat di dua desa tersebut pasca bencana banjir dan tanah longsor tersebut.
"Makanan siap santap sudah mulai kami salurkan termasuk paket sembako untuk masyarakat korban bencana," sebutnya.
Ia menjelaskan, alat berat saat ini masih terus membersihkan material sisa banjir dan longsor di Dusun Sisere Desa Labuan Toposo, Kecamatan Labuan.
Berdasarkan data BPBD Sulteng mencatat sebanyak 26 desa di Kabupaten Donggala terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Banjir dan tanah longsor itu menerjang enam kecamatan seperti Tanantovea, Labuan, Sindue, Banawa, Banawa Tengah, dan Rio Pakava.
Total warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor tersebar di wilayah Tanantovaea, Labuan, dan Banawa Tengah berjumlah 205 kepala keluarga (KK) dengan 625 jiwa.
