Aceh Tamiang, Aceh (ANTARA) - Warga terdampak bencana banjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh, mendulang rezeki saat sahur perdana di kawasan pengungsian Dusun Bahagia, Desa Bundar, Aceh Tamiang, Aceh, dengan menjual makanan sahur untuk praja IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri).

“Sahur pertama di pengungsian saya memang semangat. Cepat saya bangun, jam setengah dua. (Anak saya) tanya, mau ngapain? Saya mau masak untuk anak-anak IPDN,” ujar Siti Hasanah (59), seorang pengungsi yang membuka warung makan untuk pekerja di kawasan pengungsian, ditemui di Dusun Bahagia, Desa Bundar, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis.

Hasanah yang akrab disapa Nur Lamek mengungkapkan bahwa dirinya mengajukan diri untuk menjual nasi sejak mendengar kabar akan ada praja IPDN yang ditugaskan di kawasan pengungsian tersebut.

Pengajuannya pun disetujui dan ia mulai memasak untuk dijual kepada para pekerja di kawasan tersebut.

Memasuki bulan suci Ramadhan, Nur Lamek melihat potensi berjualan menu sahur dan hidangan berbuka puasa.

Oleh karena itu, pada sahur perdana Ramadhan 1447 H/2026 masehi, ia sudah bangun sekitar pukul 01.30 WIB dini hari.

“Per porsi kami jual harganya Rp15 ribu. Untuk anak-anak IPDN harga Rp13 ribu,” kata Nur Lamek.

Walaupun hanya menggunakan lampu darurat untuk penerangan, dia berhasil memasak sejumlah lauk dengan cekatan yang meliputi ayam goreng, sop sayur, rendang, mie instan, telur dadar, hingga nasi goreng.

Peralatan memasaknya pun sederhana, wajan yang telah dibersihkan di sisi dalam, namun masih berkerak bekas banjir di sisi luar; wajan yang dihibahkan oleh tempatnya bekerja; serta kompor gas.

Meski dalam suasana sahur yang jauh berbeda apabila dibandingkan dengan sahur tahun lalu, Nur Lamek tetap menjalaninya dengan semangat dan penuh senyuman.

“Kalau bagi saya, nggak ada perbedaan perasaan. Kita berbeda tempat aja lah, kalau ini namanya kita musibah,” ujar Nur Lamek.

 


 

Pewarta: Putu Indah Savitri
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026