Singkawang (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau pembangunan akses jalan menuju Bandara Singkawang di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, sebagai upaya memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
AHY yang baru tiba di Bandar Udara Singkawang, Senin mengatakan, infrastruktur bandara kini menjadi salah satu tulang punggung konektivitas di Kalimantan Barat, khususnya bagi wilayah Singkawang dan sekitarnya.
“Saya berhenti sejenak di lokasi pembangunan jalan menuju bandara. Ini sangat vital karena sebelumnya masyarakat harus memutar kurang lebih 30 menit, sekarang bisa ditempuh sekitar lima menit,” ujarnya saat memberikan keterangan pers.
Ia menjelaskan, pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 10 kilometer dari jalan nasional menuju pusat Kota Singkawang tersebut menelan anggaran sekitar Rp115 miliar yang dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni pada 2023, 2024, dan 2025.
Pada tahap awal 2023, akses sepanjang 10 kilometer dibuka meski masih berupa jalan tanah. Selanjutnya pada 2024 dilakukan peningkatan sekitar empat kilometer, dan pada 2025 dituntaskan dengan tambahan enam kilometer hingga seluruh ruas beraspal.
Menurut AHY, tantangan terbesar pembangunan jalan tersebut adalah kondisi struktur tanah yang berupa gambut dan rawa. Untuk mengatasinya, dilakukan penguatan dengan pemasangan cerucuk sedalam empat hingga enam meter dengan jarak 40 sentimeter, serta penggunaan geotekstil stabilisator sebelum proses pengaspalan.
“Secara umum jalan ini dua lajur, walaupun idealnya empat lajur. Saat ini baru sekitar 150 meter mendekati bandara yang sudah empat lajur. Dibutuhkan kurang lebih Rp50 miliar lagi untuk peningkatan menjadi empat lajur,” katanya.
Selain meninjau akses bandara, AHY juga mendapat paparan terkait kondisi jalan nasional di Kalimantan Barat yang mencapai sekitar 2.000 kilometer. Secara umum 95 hingga 97 persen dalam kondisi baik, namun sebagian ruas masih memiliki lebar kurang dari standar ideal tujuh meter, yakni berkisar 4,5 hingga lima meter.
Ia juga menyoroti pembangunan jalan perbatasan sepanjang kurang lebih 600 kilometer yang membentang dari Temajuk, Jagoi Babang, Entikong hingga Putussibau. Saat ini sekitar 300 kilometer di antaranya telah beraspal, sementara sisanya masih membutuhkan penanganan dengan kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp8 triliun.
“Ini bukan hanya beranda terdepan kita yang berbatasan dengan Malaysia, tetapi juga memiliki nilai strategis dari sisi keamanan dan ekonomi, termasuk mendukung kawasan perkebunan sawit di sekitarnya,” ujarnya.
AHY menegaskan, kehadirannya bersama jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan infrastruktur terus berjalan meski menghadapi keterbatasan anggaran.
Ia menambahkan, penguatan infrastruktur di Singkawang juga relevan dengan agenda pariwisata, termasuk perayaan Cap Go Meh yang setiap tahun menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Infrastruktur akan terus kita dorong, karena dengan infrastruktur kita bisa memajukan ekonomi. Termasuk perawatannya harus dijaga agar yang sudah dibangun tidak cepat rusak,” katanya.
Pemerintah pusat, lanjut dia, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kota untuk memastikan konektivitas di Kalimantan Barat semakin optimal dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Pewarta: NarwatiUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026