Singkawang (ANTARA) - Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat mempercepat program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi rumah layak huni guna meningkatkan kehidupan masyarakat berpenghasilan rendah di daerah tersebut.
Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin mengatakan hingga saat ini program tersebut telah menyasar sekitar 600 rumah yang tersebar di lima kecamatan di Kota Singkawang.
“Secara keseluruhan program bantuan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni menjadi layak huni berjumlah sekitar 600 rumah yang tersebar di lima kecamatan di Kota Singkawang,” kata dia saat meninjau pelaksanaan program tersebut, di Singkawang, Senin.
Ia menjelaskan program tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat melalui aspirasi Anggota DPR RI Komisi V Boyman Harun yang disalurkan melalui program perumahan.
Menurut dia, program peningkatan kualitas rumah tersebut telah berjalan selama sekitar enam tahun dan secara bertahap membantu masyarakat yang rumahnya belum memenuhi standar kelayakan huni.
Pemerintah daerah masih mencatat terdapat ribuan rumah di Singkawang yang belum memenuhi standar rumah layak huni sehingga program perbaikan rumah akan terus dilakukan secara bertahap.
Selain itu, program tersebut juga mendapat dukungan dari unsur legislatif daerah, salah satunya melalui aspirasi Wakil Ketua DPRD Singkawang Mubarak Abdullah Said Babatin.
Muhammadin menilai program perbaikan rumah tidak layak huni tidak hanya meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat, tetapi juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan kondisi kesehatan keluarga penerima manfaat.
Ia mengatakan pemerintah daerah juga telah memperoleh persetujuan untuk tambahan pembangunan 100 rumah pada tahun ini.
Menurut dia, bantuan yang diberikan kepada penerima manfaat disalurkan langsung kepada kelompok pemilik rumah dalam bentuk material bangunan maupun dana untuk upah tenaga kerja.
Setiap rumah, kata dia, memperoleh bantuan dengan nilai sekitar Rp20 juta yang digunakan untuk memperbaiki kondisi rumah agar memenuhi standar kelayakan huni.
“Program ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kualitas tempat tinggal sehingga rumah yang sebelumnya tidak layak dapat menjadi lebih sehat dan nyaman untuk dihuni,” kata Muhammadin.
