Pontianak (ANTARA) - Kodam XII/Tanjungpura menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 55,297 kilogram di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, Kalimantan Barat, dalam operasi patroli dini hari yang melibatkan satuan tugas pengamanan perbatasan dan tim intelijen gabungan.
"Total barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 52 paket dengan berat keseluruhan 55,297 kilogram," kata Pangdam XII/Tanjungpura Novi Rubadi Sugito saat memimpin konferensi pers di Aula Sudirman Makodam XII/Tpr, Kabupaten Kubu Raya, Senin.
Ia menjelaskan, penggagalan bermula dari kecurigaan personel patroli Pos Sungai Tengah terhadap sebuah kendaraan yang melintas pada Kamis (12/3) sekitar pukul 01.45 WIB. Saat hendak diberhentikan, kendaraan tersebut justru melaju kencang dan mencoba melarikan diri.
Personel sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara, namun pengemudi tetap tancap gas menuju arah Tanjung. Dalam proses pengejaran, orang tak dikenal di dalam kendaraan membuang sejumlah barang ke pinggir jalan.
Setelah dilakukan penyisiran di jalur pelarian, prajurit menemukan 51 paket sabu seberat 54,234 kilogram sekitar pukul 03.25 WIB. Penyisiran lanjutan oleh tim intelijen gabungan pada pukul 08.00 WIB kembali menemukan satu paket tambahan seberat 1,063 kilogram.
Operasi tersebut dilaksanakan oleh personel Satgas Pamtas RI–Malaysia Sektor Barat dari Batalyon Arhanud 1/PBC/1 Kostrad bersama Tim Gabungan Satgas Intel di Dusun Sawah, Desa Senatab, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.
Kodam XII/Tanjungpura yang bertindak selaku Komando Tugas Gabungan Pengamanan Perbatasan Wilayah Darat (Kogasgabpamtaswil Darat) XII/Tpr menyatakan barang bukti selanjutnya diserahkan ke Polisi Militer Kodam XII/Tpr untuk diamankan sebelum dimusnahkan.
"Karena pelakunya tidak tertangkap, hanya barang buktinya yang kita peroleh. Nanti akan kita laksanakan pemusnahan dengan mengundang BNN dan instansi terkait," tuturnya.
Pangdam menegaskan jajarannya tidak akan memberi ruang bagi berbagai aktivitas ilegal di wilayah perbatasan. Seluruh satuan tugas pengamanan perbatasan diinstruksikan memperketat pengawasan serta meningkatkan patroli rutin di titik-titik rawan.
Menurut dia, penguatan sinergi lintas instansi terus dilakukan melalui koordinasi bersama Kepolisian, Bea Cukai, dan lembaga terkait lainnya, termasuk pertukaran informasi dan operasi terpadu.
Selain pendekatan keamanan, Kodam juga memperkuat komunikasi teritorial dengan masyarakat perbatasan agar warga proaktif melaporkan aktivitas mencurigakan.
Di akhir keterangannya, Novi menyampaikan apresiasi kepada prajurit Batalyon Arhanud 1/PBC/1 Kostrad dan Tim Satgas Intel atas keberhasilan tersebut, seraya mengingatkan seluruh personel agar tetap waspada.
"Jangan lengah. Waspadai segala bentuk kegiatan ilegal, mulai dari pelintas batas ilegal, perdagangan ilegal, pembalakan liar, pertambangan ilegal, penyelundupan senjata api, satwa dilindungi, hingga narkotika," katanya.
Pewarta: Rendra OxtoraUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026