Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengapresiasi persatuan dan harmonisasi yang ditunjuk warga setempat pada momen Idul Fitri 1447 Hijriah meskipun terdapat perbedaan dalam penentuan awal 1 Syawal di tengah umat Islam.

"Momen lebaran menjadi kesempatan mempererat silaturahmi dengan keluarga, sanak saudara dan handai taulan. Momen Idul Fitri ini memperkuat ikatan keluarga dan saling memaafkan. Ini saat yang tepat untuk saling menjaga hubungan,” kata Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini di Palangka Raya, Sabtu.

Dia menegaskan bahwa suasana Lebaran tahun ini mencerminkan nilai persatuan yang kuat di tengah masyarakat. Menurutnya, masyarakat di kota Palangka Raya mampu menempatkan perbedaan sebagai bagian dari dinamika kehidupan beragama tanpa mengganggu keharmonisan sosial.

Ia menyampaikan bahwa Idul Fitri tidak hanya menjadi momen spiritual untuk kembali kepada fitrah, tetapi juga momentum mempererat persatuan dan kesatuan.

"Dalam konteks masyarakat yang majemuk seperti Palangka Raya, sikap saling menghormati menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial," katanya.

Dia menambahkan, keharmonisan yang terbangun selama Idul Fitri dinilai sebagai implementasi nyata dari nilai-nilai Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta falsafah lokal Huma Betang yang menjunjung tinggi kebersamaan dalam keberagaman.

"Nilai tersebut tercermin dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang tetap saling berkunjung, bersilaturahmi, dan menjaga hubungan baik meskipun memiliki perbedaan pandangan bahkan juga beda agama. Saling mengunjungi dan bersilaturahmi antar berbagai suku, agama adalah hal yang lumrah di Palangka Raya," katanya.

Dalam praktiknya, masyarakat menunjukkan contoh konkret toleransi, seperti tetap menjaga ketertiban lingkungan, menghormati pelaksanaan ibadah yang berbeda waktu, hingga mengedepankan komunikasi yang sejuk di ruang publik maupun media sosial.

"Ini juga menjadi indikator kuat bahwa harmoni sosial tidak hanya bersifat normatif, tetapi telah menjadi budaya," kata Zaini.

Pemerintah Kota Palangka Raya pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga suasana aman, tertib, dan harmonis pasca-Idul Fitri.
"Dengan semangat kebersamaan tersebut, kualitas kehidupan sosial masyarakat semakin nyaman, sekaligus memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan," harapnya.

Di sisi lain dia menambahkan, bahwa pada Lebaran tahun ini, tradisi open house kepala daerah dengan masyarakat umum tidak digelar secara resmi. Namun, hal itu justru menghadirkan nuansa baru yang lebih hangat dan personal. Zaini memilih pendekatan sederhana dengan membuka pintu rumahnya bagi warga yang ingin bersilaturahmi.

“Silakan saja datang ke rumah, kita makan kecil-kecilan. Karena Pak Wali tahun ini absen, kita persilakan kalau ada yang ingin berkunjung,” katanya.



Pewarta: Rendhik Andika
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026