Bengkayang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui penguatan layanan dasar seperti pada sektor pendidikan, kesehatan, serta pembangunan infrastruktur hingga ke desa-desa.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, di Bengkayang, Senin, mengatakan bahwa IPM Kabupaten Bengkayang pada 2025 mencapai 70,90 persen mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 sebesar 70,30 persen.

“IPM kita terus naik. Untuk 2026 kita targetkan bisa mencapai 71 persen lebih,” kata Sebastianus Darwis usai Rapat Paripurna DPRD Bengkayang dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.

Menurut dia, peningkatan IPM menjadi salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan daerah, yang mencerminkan kualitas hidup masyarakat dari aspek pendidikan, kesehatan, dan daya beli.

Ia menjelaskan, upaya peningkatan IPM dilakukan melalui pemenuhan layanan dasar yang merata, termasuk akses pendidikan, layanan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

“Pelayanan dasar harus tetap berjalan, seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, pertanian, perikanan dan sosial. Ini menjadi prioritas utama dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Dalam LKPJ 2025, Pemkab Bengkayang mencatat sejumlah indikator makro yang mendukung peningkatan IPM, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang mencapai sekitar 4,8 persen serta penurunan angka kemiskinan menjadi 5,83 persen.

Selain itu, pendapatan per kapita masyarakat juga meningkat dari Rp40,33 juta pada 2024 menjadi Rp43,24 juta pada 2025, yang turut berkontribusi terhadap peningkatan daya beli masyarakat.

Pemkab Bengkayang juga telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) dengan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional sekitar 98,57 persen, sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas desa melalui Indeks Desa Membangun (IDM), dengan target ke depan tidak ada lagi desa berstatus berkembang.

“Kita ingin ke depan hanya ada desa maju dan mandiri. Ini sangat berkaitan dengan peningkatan IPM, karena pembangunan desa akan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Sebastianus menambahkan, pembangunan infrastruktur menjadi faktor kunci dalam meningkatkan IPM, terutama untuk membuka akses pendidikan dan layanan kesehatan di wilayah terpencil.

Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya mendorong investasi di berbagai sektor seperti pertanian, perkebunan, perikanan dan industri, guna menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau investasi masuk, lapangan kerja terbuka, pendapatan masyarakat meningkat, maka IPM juga akan ikut naik,” ujarnya.

Meskipun dihadapkan pada keterbatasan fiskal, Pemkab Bengkayang tetap berkomitmen menjalankan program prioritas pembangunan secara optimal melalui efisiensi anggaran dan peningkatan pendapatan asli daerah.

Dia berharap sinergi antara eksekutif, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna mencapai target pembangunan, termasuk peningkatan IPM secara berkelanjutan.



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026