Gorontalo (ANTARA) - Gempa bumi magnitudo 7,6 yang terjadi di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis, pukul 06.48 Wita, terasa warga hingga beberapa wilayah Provinsi Gorontalo.

Guncangan gempa sekitar satu menit itu, sempat membuat panik warga sehingga memilih berkumpul di luar rumah.

"Guncangan gempa terasa seperti mengayun dan cukup keras hingga membuat panik. Kami di sekitar kompleks memilih ke luar rumah," kata warga Limboto, Kabupaten Gorontalo, Adhan.

Dia mengatakan gempa berlangsung cukup lama, bahkan tiang-tiang listrik, mobil terparkir ikut bergoyang.

Seorang warga Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Aldianto, mengaku kaget dengan gempa yang sangat terasa tersebut.

"Saya panik namun sigap langsung menghubungi isteri dan keluarga di Bitung untuk menanyakan keadaan mereka. Informasi gempa saya ikuti dari beberapa informasi daring," katanya.

Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo Andri Wijaya Bidang mengatakan data awal gempa itu dengan magnitudo 7,3 terjadi pukul 05:48:14 WIB, Lok:1.21 LU,126.25 BT, 127 kilometer (km) tenggara Bitung, Sulawesi Utara dengan kedalaman 18 km, sedangkan setelah pemutakhiran data, gempa tersebut dengan magnitudo 7,6.

Ia mengatakan peringatan dini tsunami telah dikeluarkan untuk daerah Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

"Untuk wilayah Gorontalo dari hasil pemodelan tidak terdampak tsunami dari gempa tadi, namun tetap waspada dan menunggu informasi resmi selanjutnya dari BMKG," kata dia.



Pewarta: Susanti Sako
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026