Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya mencegah potensi perpecahan di ruang digital melalui penguatan sinergi antara pemerintah dan masyarakat serta mendorong penyebaran informasi yang positif dan edukatif.
“Keamanan adalah fondasi utama untuk menggerakkan roda ekonomi. Tanpa stabilitas, pembangunan akan terhambat,” kata Ria Norsan saat menghadiri silaturahmi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan paguyuban etnis se-Kalimantan Barat di Aula Graha Khatulistiwa, Polda Kalimantan Barat, Sabtu.
Ia menegaskan pemerintah daerah terus mengedepankan pendekatan dialog dan kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial, termasuk yang muncul akibat dinamika di ruang digital.
“Kita akan mendorong penyelesaian persoalan melalui dialog bersama tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh pemangku kepentingan tanpa mengedepankan ego sektoral,” ujarnya.
Menurut dia, upaya menjaga kondusivitas tidak hanya dilakukan di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital yang kini menjadi salah satu kanal utama penyebaran informasi.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mengingatkan ancaman terhadap persatuan bangsa saat ini banyak muncul dari penyebaran hoaks dan narasi negatif di ruang digital.
“Medan pertempuran saat ini ada di ruang digital. Siapa yang menguasai digital, dia yang memenangkan pertempuran,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif mengisi ruang digital dengan informasi yang benar, faktual, dan edukatif guna menangkal hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Kuasai ruang digital dengan menyebarkan informasi yang benar. Jika ruang digital dipenuhi berita faktual, maka hoaks tidak akan mendapat tempat,” ujarnya.
Djamari juga mengapresiasi kondisi kerukunan di Kalimantan Barat yang dinilai mampu menjadi contoh nasional dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.
Menurut dia, penguatan literasi digital dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga kondusivitas daerah sekaligus mencegah potensi perpecahan di tengah masyarakat.
"Dengan penguatan literasi digital dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat optimistis dapat menjaga kondusivitas daerah sekaligus mencegah potensi perpecahan di tengah masyarakat," kata Djamari.
Pewarta: Rendra OxtoraUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026