Jakarta (ANTARA) - Pasangan atlet panjat tebing putra Indonesia, Raharjati Nursamsa/Antasyafi Robby Al Hilmi harus puas dengan perolehan medali perak kategori speed relay dalam Asian Beach Games Sanya 2026, di China, Rabu.

Dalam perlombaan yang diselenggarakan di Tianya Haijiao Venue Claster, pasangan tersebut kalah melawan wakil tuan rumah, Jianguo Long/Yicheng Zhao, dalam babak final (big final).

Wakil Indonesia itu mengemas waktu 9,80 detik, sedangkan lawannya lebih cepat 0,05 detik alias mencatatkan waktu 9,75 detik.

Perjalanan dua atlet putra andalan Merah Putih itu sangat meyakinkan sebelum kalah di babak puncak.

Saat di semifinal, mereka mengalahkan pasangan kembar asal Kazakhstan, Rashid Khaibullin/Rishat Khaibullin. Raharjati/Robby membukukan 10,34 detik, sedangkan lawannya 12,12 detik.

Selain itu, dalam babak kualifikasi sampai perempat final, keduanya juga telah tampil mengesankan. Pasangan tersebut bahkan menjadi yang tercepat atau menempati posisi pertama dalam kualifikasi, pada Rabu siang.

Sementara itu, pasangan putra lainnya dari Tanah Air yaitu Aditya Tri Syahria/Ramaski Aswin Kristanto, terpaksa menghentikan langkahnya dalam babak perempat final.

Keduanya dikalahkan oleh wakil Kazakhstan, Rashid Khaibullin/Rishat Khaibullin, yang pada akhirnya merebut medali perunggu dalam babak semifinal (small final).

Untuk mengikuti Asian Beach Games Sanya 2026 di China, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirim total delapan atlet disiplin speed yang terbagi atas masing-masing empat putra dan putri.

Mereka adalah Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, dan Ramaski Aswin Kristanto. Sedangkan sektor putri diperkuat Desak Made Rita Kusuma Dewi, Kadek Adi Asih, Puja Lestari, dan Amanda Narda Mutia.

Mereka mengikuti dua kategori perlombaan, yakni speed (individu) dan speed relay (tim). Para wakil Tanah Air itu bersaing dengan peserta dari negara lain, di antaranya China, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang.

Dalam lomba panjat tebing speed relay (estafet), perhitungan dilakukan berdasarkan total waktu tim dari awal hingga pemanjat terakhir menyelesaikan lintasan.

Atlet memanjat secara bergantian (relay). Atlet pertama memulai dari start. Setelah mencapai puncak dan menekan tombol timer, atlet berikutnya langsung memulai.

Waktu dihitung terus-menerus dan tidak di-reset setiap pergantian atlet. Jadi yang dihitung adalah waktu kumulatif sejak start pertama sampai atlet terakhir finis. Tim tercepat atau yang mencatatkan waktu paling rendah dinyatakan sebagai pemenang.

 


 

Pewarta: Donny Aditra
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026