Bengkayang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bengkayang  Kalimantan Barat memprioritaskan revitalisasi satuan pendidikan dan peningkatan kualitas guru sebagai langkah utama mempercepat pemerataan mutu pendidikan, khususnya di wilayah perbatasan.

“Revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru menjadi fokus utama kami,” kata Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis di Bengkayang, Minggu.

Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam mendorong transformasi pendidikan melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dan penguatan literasi, numerasi, serta pendidikan berbasis sains dan teknologi.

Ia menegaskan, tantangan pendidikan di Bengkayang masih didominasi kesenjangan akses dan kualitas, terutama di daerah terpencil, sehingga intervensi melalui pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana menjadi kebutuhan mendesak.

Selain itu, kata dia, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kualifikasi akademik guru melalui bantuan pendidikan bagi tenaga pendidik yang melanjutkan studi Diploma IV dan Strata 1.

“Peningkatan kualitas guru harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan agar proses pembelajaran lebih optimal,” ujarnya.

Dia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat guna mempercepat peningkatan mutu pendidikan secara merata.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkayang Heru Pujiono mengatakan, digitalisasi pendidikan menjadi salah satu strategi untuk memperluas akses belajar, terutama di wilayah dengan keterbatasan tenaga pengajar.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih fleksibel dan inklusif bagi peserta didik.

"Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya penguatan karakter melalui budaya sekolah yang aman, sehat, dan inklusif, serta pengembangan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja," ujarnya.

Kemudian lanjutnya, pemerintah pusat menetapkan lima kebijakan strategis, yakni revitalisasi dan digitalisasi satuan pendidikan, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter, peningkatan kualitas pembelajaran berbasis literasi dan numerasi, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif.

"Kita berharap melalui beberapa langkah tersebut, pemerintah daerah menargetkan layanan pendidikan di Bengkayang semakin adaptif, inklusif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman," ujarnya.



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026