Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) tidak akan mengganggu jalannya Makan Bergizi Gratis (MBG) serta diharapkan semakin memperkuat layanan program tersebut.
"Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita di dalam menjalankan program MBG yang dilaksanakan oleh BGN," kata Prasetyo dalam pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Dia berharap langkah itu menjadi awal yang baik bagi penguatan pelayanan program Makan Bergizi Gratis agar dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.
Prasetyo menyampaikan Presiden Prabowo Subianto memutuskan melakukan pergantian pimpinan BGN setelah melakukan monitoring dan evaluasi selama hampir 1,5 tahun terhadap kinerja lembaga tersebut.
Menurutnya, BGN memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pemerintah di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat sehingga diperlukan tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai prinsip akuntabilitas.
Dia menjelaskan proses evaluasi dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, baik kementerian terkait, masyarakat, maupun penerima manfaat program MBG.
"Bapak Presiden tentu terus melakukan monitoring dan pada akhirnya melakukan evaluasi terhadap seluruh kinerja kabinet, termasuk kinerja BGN," kata dia.
Dalam keputusan tersebut, Presiden Prabowo memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN serta Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya dari jabatan Wakil Kepala BGN.
Pemerintah menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi ketiganya dalam membangun fondasi dan mengembangkan BGN.
Selanjutnya, Presiden mengangkat Nani S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.
Presiden juga mengangkat Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.
Prasetyo berharap pimpinan baru BGN segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
"Kita semua berharap kepemimpinan yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam hal upaya peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia," kata Prasetyo.
Dia menegaskan seluruh program BGN akan tetap berjalan selama proses evaluasi berlangsung dan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu.
Seluruh unit kerja di lingkungan BGN juga diminta tetap menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.
"Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali, dan setiap unit kerja di lingkungan BGN diharapkan tetap menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing," ucap Prasetyo.
Pewarta: Fathur Rochman/Genta Tenri MawangiUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026