EKONOMI

Kabut asap ganggu aktivitas wisata

Ekonomi / Minggu, 26 Agustus 2018 21:20

Kabut asap ganggu aktivitas wisata

Pontianak (Antaranews Kalbar) - Kabut asap yang saat ini melanda Pontianak dikhawatirkan menganggu aktivitas wisata sehingga perlu perhatian serius, kata Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Pontianak ...

Transaksi non-tunai SPBU meningkat signifikan

Ekonomi / Sabtu, 25 Agustus 2018 22:22

Transaksi non-tunai SPBU meningkat signifikan

Pontianak (Antaranews Kalbar) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Prijono mengatakan saat ini tren transaksi non tunai di sejumlah SPBU di Kota Pontianak terus meningkat dengan ...

Harga ayam di Pontianak belum normal

Ekonomi / Sabtu, 25 Agustus 2018 19:28

Harga ayam di Pontianak belum normal

Pontianak (Antara) - Harga daging ayam ras di Kota Pontianak saat ini masih tinggi di kisaran Rp31.000 per kilogram atau selisih Rp5.000 an dibandingkan harga normal yang dijual di pasar.

Kalbar berpotensi kembangkan tanaman jagung

Ekonomi / Jumat, 24 Agustus 2018 21:03

Kalbar berpotensi kembangkan tanaman jagung

Putussibau (Antaranews Kalbar) - Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Heronimus Hero mengatakan tanaman jagung berpotensi untuk dikembangkan di ...

Sapi betina produktif tak boleh dijual

Ekonomi / Rabu, 22 Agustus 2018 18:46

Sapi betina produktif tak boleh dijual

Pontianak (Antaranews Kalbar) - Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat, Abdul Manaf mengimbau kepada semua peternak yang ada di provinsi itu tidak menjual sapi betina ...

Pelaku bisnis sambut baik inovasi keuangan digital

Ekonomi / Selasa, 21 Agustus 2018 4:04

Pelaku bisnis sambut baik inovasi keuangan digital

Jakarta (Antaranews Kalbar) - Rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk segera menerbitkan Peraturan OJK tentang Inovasi Keuangan Digital (IKD), disambut baik oleh pelaku bisnis jasa keuangan ...

Ekspor jagung dinilai kurang tepat

Ekonomi / Selasa, 21 Agustus 2018 3:36

Ekspor jagung dinilai kurang tepat

Jakarta, (Antaranews Kalbar) - Kebijakan ekspor jagung ke Filipina oleh pemerintah dinilai kurang tepat, menurut pengamat pertanian IPB. "Jadi, sebenarnya tidak tepat satu klaim ...