Gawai Dayak Kalbar

  • Selasa, 22 Mei 2018 12:47

Sejumlah pemuda Dayak membentangkan baliho berisi pesan damai saat pembukaan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-33 di Rumah Radakng Pontianak, Kalbar, Minggu (20/5). PGD ke-33 yang digelar masyarakat Dayak untuk mengucapkan rasa syukur kepada Jubata (Tuhan) atas hasil panen tersebut, menyerukan tolak ujaran kebencian serta aksi kekerasan terhadap kemanusiaan. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/18

Sejumlah pemuda Dayak membentangkan baliho berisi pesan damai saat pembukaan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-33 di Rumah Radakng Pontianak, Kalbar, Minggu (20/5). PGD ke-33 yang digelar masyarakat Dayak untuk mengucapkan rasa syukur kepada Jubata (Tuhan) atas hasil panen tersebut, menyerukan tolak ujaran kebencian serta aksi kekerasan terhadap kemanusiaan. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/18

Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Cornelis (kanan) didampingi Ketua Pekan Gawai Dayak (PGD) XXXIII, Andreas Lani (dua kiri) dan Ketua Sekretariat Bersama Kesenian Dayak (Sekberkesda), Joseph Oedillo Oendoen (kiri), memukul Kangkuang atau kentongan khas Dayak saat membuka Pekan Gawai Dayak ke-33 di Rumah Radakng Pontianak, Kalbar, Minggu (20/5). PGD ke-33 yang digelar masyarakat Dayak untuk mengucapkan rasa syukur kepada Jubata (Tuhan) atas hasil panen tersebut, menyerukan tolak ujaran kebencian serta aksi kekerasan terhadap kemanusiaan. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/18

Berita Terkait