Singkawang (ANTARA) - Karnaval Display Budaya akan menjadi salah satu rangkaian utama dalam pelaksanaan Gawe Dayak Naik Dango kXVI di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, yang berlangsung pada 27-31 Mei 2026.

Ketua Pelaksana Gawe Dayak Naik Dango Singkawang Andreas Aan, mengatakan karnaval budaya tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/5) pukul 14.00 WIB dengan mengambil titik start di Tugu Panglima Singkawang.

“Karnaval ini menjadi salah satu rangkaian utama untuk menyemarakkan pesta adat masyarakat Dayak yang berlangsung dari tanggal 27 hingga 31 Mei,” kata Andreas Aan di Singkawang, Selasa.

Ia menjelaskan, rute karnaval akan melintasi sejumlah ruas jalan utama di pusat Kota Singkawang, yakni Jalan GM Situt, Jalan Kepol Mahmud, Jalan Niaga, Jalan Sejahtera, Jalan Diponegoro, Jalan GS Lelanang dan berakhir di kawasan Stadion Kridasana.

Menurut dia, pemilihan rute tersebut bertujuan agar masyarakat dapat menyaksikan secara langsung kemeriahan karnaval budaya yang menjadi pembuka perayaan adat tahunan masyarakat Dayak tersebut.

Andreas mengatakan, pelaksanaan karnaval tahun ini akan tampil berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena untuk pertama kalinya panitia menghadirkan kategori kendaraan hias yang akan dilombakan bersama peserta pejalan kaki.

“Penambahan kategori kendaraan hias diharapkan membuat tampilan karnaval lebih semarak dan menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Singkawang juga akan menurunkan satu kendaraan hias sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Dayak serta penguatan identitas Singkawang sebagai kota multietnis dan toleran.

Selain diikuti organisasi perangkat daerah dan Dewan Adat Dayak (DAD), karnaval budaya tersebut juga akan melibatkan sanggar seni, organisasi kemasyarakatan, paguyuban, hingga komunitas lintas etnis di Kota Singkawang.

“Keikutsertaan berbagai elemen masyarakat ini mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi yang menjadi ciri khas Singkawang,” katanya.

Dalam karnaval tersebut, para peserta akan menampilkan berbagai atribut budaya seperti pakaian adat Dayak, tarian tradisional, hingga properti kreatif yang menggambarkan kearifan lokal masyarakat Dayak.

Panitia juga menyiapkan dewan juri untuk melakukan penilaian khusus pada kategori kendaraan hias.

Menurut Andreas, Karnaval Display Budaya tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu menjadi sarana promosi budaya Dayak sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah.

Panitia menargetkan ribuan masyarakat dan wisatawan akan memadati sepanjang rute karnaval untuk menyaksikan kemeriahan pembukaan Gawe Dayak Naik Dango XXVI.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap nilai-nilai adat, semangat gotong royong, dan kebhinnekaan dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi muda,” katanya.

 



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026