Jakarta (Antara Kalbar) - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menargetkan perebutan kembali daerah kantong-kantong suara lama di sejumlah daerah yang pernah memilih partai itu sebagai strategi pemenangan Pemilihan Umum 2014.

"Ada partai-partai politik yang pendukungnya sekarang turun, terutama yang berbasis religius, seperti Partai Keadilan Sejahtera, termasuk Demokrat dan Partai Amanat Nasional yang juga tren pendukungnya secara nasional turun. Itulah yang akan kita ajak kembali memilih PPP," kata Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Romahurmuziy, ketika dijumpai di Jakarta, Minggu.

Romahurmuziy mengatakan PPP mempunyai dua strategi besar lain untuk memenangkan Pemilu yaitu mempertahankan jumlah kursi yang sekarang ada di DPR RI dan berkompetisi untuk memperebutkan pemilih pemula yang berjumlah sekitar 19 juta orang berdasarkan daftar pemilih tetap Komisi Pemilihan Umum (KPU).

PPP, lanjut Romahurmuziy, menargetkan perolehan 12 persen kursi atau 67 kursi di DPR RI dari hasil Pemilu Legislatif 2014 atau 29 kursi lebih banyak dari jumlah kursi PPP di DPR RI saat ini sebanyak 38 kursi.

"Pada segmen pemilih pemula, PPP memang tidak populer. Kami akan mencoba secara khusus menggarap pemilih pemula yang melek Internet," kata Ketua Komisi IV DPR RI itu.

Langkah PPP untuk menggarap pemilih pemula, menurut Romahurmuziy, yaitu dengan menyiapkan pemasar politik melalui dunia maya yang mulai berjalan pada Januari 2014.

"Kami melihat, semakin tinggi tingkat intelektual dan melek teknologi seseorang, dia semakin tidak memiliki selera untuk berpartisipasi dalam pemilu," katanya.

Namun, Romahurmuziy memperkirakan tingkat partisipasi pemilih pemula pada Pemilu 2014 akan lebih rendah dibanding pemilih tua karena tidak ada partai politik yang secara khusus fokus pada pemilih muda.

"Tingkat partisipasi pemilih pemula itu bukan hanya tugas partai politik tapi juga tugas bangsa. Maka, kami juga akan mencoba merebut pemilih pemula," katanya.

Pewarta: Imam Santoso

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2014