Pontianak (Antara Kalbar) - Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Barat mengungkap jaringan narkoba di tiga daerah dengan pasokan diduga dari Sarawak, Malaysia.

"Mereka ditangkap di Singkawang pada Senin malam," kata Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Kalbar AKBP Sriyono di Pontianak, Rabu.

Menurut dia, kedua tersangka yakni BT (40) dan BY (34) adalah warga Singkawang yang sudah lama menjadi target operasi. "Sekitar dua bulan dilakukan pengintaian," kata dia.

Pihaknya berkoordinasi dengan BNN Kota Singkawang dan Polres Singkawang sebelum menangkap pelaku.

Keduanya ditangkap di Jalan Alianyang, tak jauh dari Dinas Pendidikan setempat pada Senin (19/2) malam.

Petugas menyita empat paket shabu-shabu, dua unit telepon selular, dompet, uang tunai Rp6 juta, sepeda motor.

Ia mengatakan hasil pemeriksaan shabu-shabu tersebut diterima di Bengkayang. "Ada dugaan kalau barang itu masuk dari Malaysia, melalui pintu perbatasan di Jagoi Babang," katanya.

Pihaknya kini terus mengembangkan kasus tersebut karena diduga peredarannya mencakup Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas.

BY warga Roban, sehari-hari tukang potong ayam di Pasar Singkawang. Ia sudah tiga bulan terakhir ikut dengan BT mengedarkan shabu-sabu.

Ia membeli satu gram dengan harga Rp1,5 juta dan dijual kembali dengan harga Rp2,5 juta. "Kadang sebagian dipakai sendiri," katanya.

BT, wanita yang bekerja sebagai tukang ojek ini, sebelumnya pernah tersangkut kasus yang sama.

Sriyono berharap dukungan dan bantuan dari masyarakat dalam mewujudkan Indonesia bebas dari narkoba pada tahun 2014. "Jauhi dan hindari narkoba," katanya.

Pewarta: Teguh Imam Wibowo

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2014