Sintang (Antara Kalbar) – Penertiban bangunan kios milik Pemkab Sintang yang terkesan tebang pilih diprotes oleh anggota DPRD Kabupaten Sintang, Syahroni. Dia mendesak penertiban bangunan baik ruko maupun kios milik Pemkab Sintang yang melanggar aturan tidak ada istilahnya tebang pilih.

“Tidak boleh ada pembedaan dalam penertiban dengan alasan apapun. Tidak ada penertiban berdasarkan jual apa. Masak karena jual sembako lalu dibolehkan ada kanopi,” protesnya.

Syahroni mengingatkan jika instansi berwenang ingin memberikan toleransi pada pedagang untuk membongkar sendiri kanopinya maka toleransi itu harus diberikan pada semua. Jangan ada yang diberi toleransi, ada yang tidak. “Itu tidak adil. Ada apa? Tolong dikaji dampak kebelakangnya. Tindakan tebang pilih ini membuka celah. Ini bukan kecurigaan tapi justru kadang-kadang sering terjadi adanya retribusi ilegal alias sopoi,” ujarnya.

Dia meminta aparat penegak aturan ketertiban harus benar-benar bijaksana dalam penertiban. Menurutnya, pemberian toleransi boleh tapi disamakan untuk semua buka ada pembedaan. “Saya sampaikan jawaban yang diberikan Disperindagkop bahkan ada kanopi kios yang tidak ditertibkan karena alasan jual sembako dan takut terkena air hujan, itu merupakan alasan orang yang tidak tahu aturan,” tegasnya.

Syahroni mengingatkan jika memang aturannya tidak boleh ada kanopi, mau pedagang itu menjual apapun tetaplah tidak boleh. Penertiban ini aturan yang berbicara. Bukan maunya orang perorang. “Tindakan tebang pilih yang dilakukan tim dalam penertiban jelas menimbulkan rasa ketidakadilan di masyarakat. Nanti masyarakat curiga lantas marah dan bertanya-tanya ada apa?” ujarnya.

Ia mendesak tim penertiban harus menertibkan seluruh bangunan yang melanggar aturan dan jangan tebang pilih. Masyarakat juga diminta untuk belajar dewasa. Jika sudah disiapkan tempatnya harus mau mengikuti aturan.

“Masyarakat juga harus menghargai pemerintah daerah. Ada keseimbanganlah. Tempat disiapkan, hargai aturan. Aparat harus menjunjung nilai keadilan dalam melakukan penertiban tadi. Sekali lagi kalau alasannya jual sembako dan takut terkena hujan itu bukan alasan. Kalau orang yang mengerti aturan tidak seperti itu. Tertibkan semua sesuai aturan. Jadi aparat harus ada ketegasan,” tegas Syahroni.

Pewarta: Faiz

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2014