Pontianak (Antara Kalbar) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar Dwi Suslamanto mengatakan hingga saat ini penukaran uang di Kantor BI itu sudah mencapai Rp5 miliar.

"Antusiasme masyarakat menukarkan uang pecahan sangat tinggi. Dari total Rp5 miliar pecahan yang paling diminati adalah pecahan dengan nominal Rp20.000 dan Rp10.000," ujar Dwi Suslamanto di Pontianak, Sabtu.

Dwi menyebutkan untuk penukaran uang pecahan bisa dilakukan di bank umum dan Kantor Perwakilan BI Kalbar dan Kantor Kas Titipan BI.

"Kita memproyeksikan kebutuhan uang tunai di wilayah Kalbar pada periode Ramadhan dan Idul Fitri 1438 H adalah sebesar Rp2,8 triliun atau diperkirakan naik sekitar 23,9 persen dibandingkan realisasi periode tahun 2016 yang sebesar Rp2,25 triliun. Jadi untuk kebutuhan uang tunai akan aman," kata dia.

Sementara itu Area Head Bank Mandiri Kalbar Ahadi Subri mengatakan untuk penukaran uang, pihaknya ada di 18 cabang dan enam titik dari Program Mandiri Cinta Rupiah.

"Kami melayani semua penukaran uang pecahan. Hingga saat ini memang antusiasme masyarakat untuk menukarkan uangnya untuk memenuhi kebutuhan lebaran sangat tinggi," kata dia.

Ia menyebutkan untuk kantor-kantor cabang dan kantor mikro, penukaran uang pecahan di Kalbar hingga saat ini sudah mencapai Rp10 miliar.

"Setiap tahun penukaran uang cukup tinggi sehingga kita sudah antisipasi baik dari jumlah, jenis pecahan dan teknis penukaran di lapangan. Kalau kurang, kita tinggal minta saja ke BI sebab BI sudah menyiapkan," katanya.
(U.KR-DDI/A039)

Pewarta: Dedi

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2017