Mempawah (Antara Kalbar) - Staklim BMKG Siantan, Kabupaten Mempawah, mengingatkan warga Kalbar terutama bagian utara dan tengah mewaspadai kekeringan menyusul curah hujan bakal menurun dalam beberapa waktu mendatang.

"Pada akhir bulan Juni mulai terjadi penurunan curah hujan di beberapa wilayah dengan jumlah curah hujan berkisar antara 0-40 milimeter," kata Kepala Staklim BMKG Siantan Mempawah, Wandayantolis, Selasa.

Berkaitan dengan hal tersebut, sebaiknya masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi terhadap dampak penurunan curah hujan tersebut.

Ia menjelaskan kondisi dinamika atmosfer pada 5 hari terakhir, secara umum terpantau curah hujan masih terjadi di sebagian besar wilayah di Kalimantan Barat.

"Saat ini pergerakan MJO atau Madden Jullian Oscillation berada pada fase 1 yakni Pantai Barat Benua Afrika, dan berada dalam kondisi lemah. Artinya saat ini tidak ada pengaruh MJO terhadap curah hujan di wilayah indonesia sehingga potensi pembentukan awan menjadi kurang signifikan," kata dia.

Wandayantolis menyatakan nilai anomali SST atau Sea Surface Temperature perairan di sekitar Kalimantan Barat lebih dominan pada sifat dingin hingga netral. Pola angin pada 5 hari terakhir terganggu oleh adanya sirkulasi Eddy atau pusat tekanan rendah di atas wilayah Kalimantan Barat bagian barat dan utara yang menyebabkan adanya daerah penumpukan massa udara yang disebut konvergensi.

"Sehingga potensi pertumbuhan awan dibeberapa wilayah di Kalimantan Barat bertambah," ujarnya.

Berdasarkan data pengamatan dari Stasiun Klimatologi Mempawah, suhu udara maksimum dan minimum pada 5 hari terakhir tercatat 32,7 derajat celcius dan 23,2 derajat celcius dengan jumlah curah hujan tertinggi pada tanggal 24 Juni sebesar 47,0 milimeter, dan nilai-nilai tersebut tidak melewati ambang batas ekstrim.

"Prakiraan untuk 5 hari kedepan MJO masih berada pada fase lemah dan pola angin menunjukkan adanya divergensi di perairan sebelah utara Kalimantan Barat. Suhu muka laut diprakirakan menghangat namun tidak terlalu signifikan bila dibandingkan pentad sebelumnya," ujar Wandayantolis.

Sementara arah angin cenderung berasal dari arah Tenggara - Barat Daya mengindikasikan semakin menguatnya angin Timuran.



Pewarta: Aries Zaldi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2017