Pontianak (Antara Kalbar) - Peneliti Universitas Tanjungpura Pontianak, Tris Haris Ramadhan mengatakan sudah saatnya petani yang ada di Kalbar mengembangkan pertanian organik karena memiliki nilai tambah yang tinggi.

"Produktivias pertanian organik juga tidak kalah dengan mengunakan zat kimia, terpenting produk dari hasil pertanian organik jauh lebih mahal sehingga memiliki nilai tambah yang tinggi," ujarnya di Pontianak, Selasa.

Terpenting lagi kata Tris dengan pertanian organik selain memberikan dampak kesehatan dan ekonomi juga menjamin keberlanjutan pertanian karena ramah lingkungan.

"Kita dorong petani Kalbar untuk menerapkan pertanian berkelanjutan. Kita menerapkan itu artinya juga mempersiapakan untuk anak cucu kita di masa mendatangnya," kata dia.

Dikatakannya saat ini setelah panen seharusnya batang padi dan lainnya harus dikembalikan ke lahan sebab hal tersebutlah sebagai upaya reklamasi terhadap penyedian unsur - unsur hara.



"Dari penelitian bahwa jika hal itu dilakukan maka akan menghemat pengunaan pupuk nitrogen sebesar 20 persen. Kembali, pertanian berkelanjutan penting diterapkan," jelasnya.

Menurutnya apabila pola bertani tidak mengedapankan konsep keberlanjutan maka tidak menutup kemungkinan krisis pangan di tengah masyarakat terjadi.

"Jika lahan pertanian mengunakan kimia sintetik maka lahan akan rusak. Belum lagi produk pertanian yang dihasilkan akan ada residu pestisida atau zat kimia yang berbahaya tersebut," kata dia.

Ia menambahkan untuk penerapan pertanian berkelanjutan harus memiliki konsep pengelolaan persoalan pembasmian hama secara alami.

"Sebagain besar memang masyarakat belum paham soal pembasmian hama secara alami sehingga mendorong petani untuk mengunakan pestisida kimia sintetik. Sehingga hal ini tentu menjadi perhatian kami dan semua pihak," jelasnya.



(U.KR-DDI/B008)

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2017