Sanggau (Antara Kalbar) - Kabupaten Sanggau akan ekspor beras ke Malaysia tahun ini yang pelaksanaannya dijadwalkan bertepatan dengan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo pada tanggal 20 Oktober mendatang.

Mencermati itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau, Ir H John Hendri M Si mengajak pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sanggau untuk mengambil peran. 


"Kami sebagai orang teknis yang memproduksi padi, tentu tidak bisa bekerja sendiri, harus ada pengusaha yang memasarkan produk beras kita ini ke luar, Kadin kami anggap yang paling pas untuk memasarkan beras kita," ungkap John Hendri, Selasa.

Dijelaskan, sebab Kadin dalam konteks ini adalah menghimpun semua pengusaha-pengusaha yang ada di Sanggau, baik sebagai marketing maupun home industri.

"Namanya ekspor, kan tidak terlepas dari kualitas atau mutu beras, jika nanti ada pengusaha-pengusaha kita yang ingin bergerak di penggilingan padi misalnya, inikan membuka peluang usaha, karena Malaysia itu butuh kualitas, yang beras premiun pecahannya minimal 5 persen, sementara kita sendiri yang penggilingan tidak semua bisa memenuhi itu, dan ini tantangan untuk Kadin," papar dia.

Menurut John Hendri, ekspor beras inipun tidak sekaligus, tapi dilakukan secara bertahap. Pihaknya, diakui John siap memfasilitasi Kadin Sanggau dengan pihak Malaysia.

"Kalau pembicaraan kan sudah ada, antara Menteri Pertanian kita dengan Menteri Pertanian Malaysia. Tentulah kalau sudah ada ekspor itu berarti sudah ada permintaan dari Malaysia. Untuk kuotanya kita kembalikan ke Kementerian dan kita memang belum mendapat informasi itu," katanya.

Untuk tahap awal, Pemerintah Indonesia akan mengekspor sekitar 1.200 ton.

"Kalau bicara statistik, Malaysia itukan butuh bahan pangan sekitar 2,5 juta ton pertahun yang selama ini didatangkan dari Vietnam, Pakistan dan Thailand," ujar dia.

Peluang inilah yang coba ditawarkan ke Kadin dan mengingat Kabupaten Sanggau beranda negara sehingga para pengusaha Sanggau mestinya harus lebih berperan.

"Siap kita launching, karena beras yang kita gunakan itukan tidak hanya dari Sanggau, dari Sambas, Kubu Raya dan Kabupaten lain juga bisa, bahkan dari pulau Jawa, yang penting beras itu produksi indonesia dan sekarang pihak eksportir sedang menyiapkan kemasannya," tuturnya.

Ditambahkan, dari data yang diperolehnya, jika dihitung dari masa tanam bulan April hingga Agustus 2017 di Sanggau, ada sekitar 36 ribu yang sudah tertanam. Artinya sudah ada petani yang panen dan juga masih ada yang nanam.

"Target kita untuk satu kali musim tanam ini dari bulan April hingga September 2017 nanti, itu paling tidak 50 ribu kita harus menanam," bebernya.

Untuk memberikan peluang yang lebih besar kepada Kadin, instansi ini sudah melakukan komunikasi dengan Kadin.

“Mereka senang bisa diberikan kepercayaan ini dan kami welcome. Bahkan, rencananya akan ada diskusi lanjutan antara Kadin Sanggau dengan Dinas Pertanian," timpal dia.

Sementara, Ketua Kadin Sanggau Nur Kurniawan mengaku siap melakukan eksport beras lokal ke Malaysia. Dan sebagai wujud keseriusan pihaknya untuk menjawab tantangan Dinas Pertanian itu, Ia akan segera membentuk tim kecil yang segera berkomunikasi secara intens dengan pihak terkait.


Pewarta: M Khusyairi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2017