Pontianak (Antaranews Kalbar) - Cagub dan cawagub Kalbar nomor urut tiga, Sutarmidji - Ria Norsan usai melakukan serangkaian kampanye dialogis di sebagian besar kecamatan yang ada di Kapuas Hulu dan daerah pedalaman lainnya, jika terpilih nantinya menawarkan pendidikan berbasis daring (internet).

"Hal itu dilakukan, karena melihat angka putus sekolah di Kapuas Hulu perlu penanganan khusus. Mudah-mudahan kami mampu melakukan perubahan di sana secara mendasar yang memerlukan sinergi antara pemprov, pemkab dan pemerintah pusat menjadi kunci dalam penataan tersebut," kata Sutarmidji di Pontianak, Jumat.

Namun, menurut dia, jika tidak ada keharmonisan antar pemprov, pemkab dan pemerintah pusat maka apa pun yang diperbuat akan sulit tercapai dengan maksimal karena akan lebih banyak hambatan, karena hambatan dibirokrasi lebih besar pengaruh negatifnya daripada pengaruh ril di lapangan.

"Sehingga akan saya tawarkan memperkuat jaringan komunikasi di daerah yang sulit dijangkau, jika dengan membangun ruang belajar tidak efisien maka akan dibuat model pembelajaran media elektronik, dan juga disiapkan guru kelas masing-masing, sehingga anak tidak perlu sekolah di sekolah formal, cukup di rumah dengan satu laptop, infokus serta jaringan internet yang bagus," ungkapnya.

Baca juga: Ilham nilai program Midji-Norsan paling inovatif sesuai era digital

Sementara untuk bahan mengajarnya tinggal diambil dari internet yang sama dengan materi di kelas, termasuk silabus dan kurikulum, sehingga ia yakin anak-anak akan lebih pintar.

"Kemudian untuk para masyarakat yang pendidikannya tamatan jurusan keguruan, nantinya bisa dikontrak untuk menjadi guru kelas. Itulah solusi untuk menyelesaikan pendidikan di garis terdepan atau guru garis depan," ujarnya.

Selain itu, ketika jaringan internet bagus, dia menambahkan, masyarakat akan lebih mudah mengakses informasi secara nasional maupun lokal sehingga bisa mengikuti perkembangan yang terjadi dengan cepat, dan akan berdampak di sisi ekonomi atau pun lain-lainnya.

"Anggaran yang dibutuhkan akan lebih murah, tinggal siapkan guru kontrak, kemudian murid bisa belajar di rumah, di alam, taman, yang terpenting saat ujian hasilnya baik," katanya.

Sehingga, ke depannya minimal satu kecamatan ada dua titik menara atau pemancar telekomunikasi sehingga bisa menjangkau semua daerah di Kalbar. "Sementara untuk di daerah kami akan mendorong adanya SMK, sehingga begitu selesai melanjutkan pendidikannya bisa diterapkan untuk membangun desanya," katanya.



 

Pewarta: Andilala

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018