Pontianak (Antaranews Kalbar) - Pemerintah Kota Pontianak, Kalbar mengajak para orang tua agar terus mengawasi pergaulan anak-anaknya agar tidak salah dalam memilih teman.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Sabtu, mengimbau kepada para orang tua di kota itu agar jangan melalaikan tanggung jawab dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya agar tidak salah dalam memilih teman.

"Pengawasan harus dilakukan agar anak tidak terjerumus dalam berbagai bentuk kenakalan remaja, salah satunya mengisap lem, narkoba, atau lainnya yang dapat merusak masa depan mereka," ujarnya.

Ia menambahkan kenakalan remaja seperti ngelem tidak bisa dianggap biasa, bahkan bisa menjadi awal bagi anak-anak menggunakan narkoba.

"Para orang tua seharusnya bisa melihat jika ada yang tidak biasa pada anaknya, apalagi jika anak itu melakukan kenakalan remaja. Pasti ada kelainan atau ciri khas ketika perilaku anak mulai menyimpang seperti ngelem tersebut," katanya.

Meski demikian, pihaknya juga tidak tinggal diam, dengan adanya temuan kasus itu, dinas terkait harus mengambil langkah cepat, misalnya melakukan pembinaan pada anak-anak yang tertangkap ngelem tersebut.

"Peran lingkungan juga perlu dalam mencegah agar anak-anak tidak sampai berbuat kenakalan seperti ngelem tersebut. Anak-anak perlu mendapat contoh teladan berperilaku yang baik sehingga mereka tidak terlibat dalam kenakalan remaja tersebut," katanya.

Pada Minggu (6/1), anggota Polsek Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya mengamankan enam remaja yang sedang asyik ngelem, di pinggir jalan perumahan Kota Raya Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya.

?Kapolsek Sungai Raya Kompol Suanto mengatakan enam remaja itu diamankan, berawal dari laporan warga yang melihat ada aktivitas dari sekumpulan remaja yang mencurigakan.

Pada saat didatangi oleh warga, ternyata mereka sedang menghirup lem fox dan selanjutnya dibawa ke Mapolsek Sungai Raya.

Ia mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan enam remaja yang diamankan rata-rata masih di bawah umur 18 tahun, dua remaja perempuan dan empat remaja laki-laki.

?"Menurut pengakuan mereka yang ngelem cuma empat orang laki-laki itu, sedangkan yang kedua perempuan tidak, hanya ikut-ikutan nongkrong, karena mereka baru saja berkenalan lewat Facebook," katanya.

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019