Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dr. Harisson mengatakan, sampai Minggu sore ini terdapat 1001 Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait Covid-19 se-Kalimantan Barat.

"Data ini memang besar, namun perlu kembali di pertegas bahwa ODP ini bukan orang yang sakit, tetapi mereka yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri, kontak dengan pasien yang diduga Corona dan beberapa sebab lainnya," kata Harisson di Pontianak, Minggu.

Adapun rincian ODP di Kalbar sampai pukul 15.00 Minggu sore ini antara lain, 144 di Pontianak, 83 orang di Sanggau, 318 di Sintang, 39 di Melawi, 82 di Singkawang, 13 di Mempawah, 55 di Kubu Raya, 22 orang di Sambas, 14 orang di Kapuas Hulu, 149 orang di Sekadau, 1 orang di Bengkayang, 62 orang di Landak, 9 orang di Ketapang dan 10 di Kayong Utara.

Sementara itu, terdapat 20 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat pada beberapa rumah sakit di Kalbar.

"Ada penambahan tiga orang PDP, dua di Singkawang dan satu di Ketapang. Dirumah sakit Singkawang ada 2 orang, 1 orang berjenis kelamin wanita umur 13 tahun merupakan siswi di salah satu Pondok Pesantren di Cipayung," tuturnya.

Di Ponpes itu selama 1 minggu mengalami sakit batuk dan tanggal 20 Maret di bawa pulang oleh orang tuanya. Dari Bandara ayah dan anak ini menggunakan mobil pribadi. Sampai di Singkawang di bawa kerumah sakit dan si anak masuk dalam PDP.

"Karena ayahnya memiliki kontak erat dengan PDP, dan juga mengalami sakit, maka pria 46 tahun itu juga dirawat di Rumah Sakit dan masuk PDP," katanya.
 
Kemudian, lanjutnya, satu orang lagi merupakan warga ketapang seorang pria umur 56, memiliki riwayat perjalanan ke Bogor untuk menghadiri acara kerohanian. Pada saat acara di Bogor tersebut pria ini kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi Covid-19.

"Bapak ini kemudian pulang ke Kalbar dan sebelumnya sempat ke Sanggau dulu, baru pulang ke Ketapang. Bapak ini kemudian sakit dan memiliki gejala pneumoni dan masuk PDP, sehingga hari ini ada 3 PDP dan totanya sampai hari ini ada 20 PDP," katanya.

Adapun rincian penyebaran PDP di Kalbar, diantaranya RSUD Soedarso 5 orang, RSUD Abdul Azis Singkawang 6 orang, RSUD Pemangkat 1 orang, RSUD Sambas 2 orang, RSUD Sintang 2 orang, RS Kartika Husada Pontianak 1 orang, RSUD Melawi 1 orang, RS Mitra Medika Pontianak 1 orang dan RSUD Ketapang 1 orang.

"Sementara ini yang benar-benar positif baru dua orang, satu orang di rawat di RSUD Soedarso dan satu di Singkawang. Untuk kondisi pasien positif Covid-19 ini kondisinya bagus dan sehat bahkan berangsur membaik," katanya.

Pada kesempatan itu dirinya meluruskan terkait data dua orang PDP yang meninggal berdasarkan data Dinas Kesehatan Pontianak. Dirinya menyatakan bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan provinsi hanya ada satu PDP yang meninggal pada tanggal 20 Maret kemarin dan hasil positif atau negatid Covid-19 belum ada.

"Sedangkan satu orang yang dimaksud oleh Dinkes Pontianak memang status awalnya PDP, namun, sebelum meninggal hasilnya pemeriksaannya sudah keluar dan dinyatakan negatif. Setelah mendapatkan hasil negatif pasien di keluarkan dari ruang isolasi dan berdasarkan keterangan pemeriksaan dokter yang bersangkutan meninggal karena radang selaput otak akibat TBC. Dan yang meninggal ini pada awal bulan Maret lalu," katanya.

Karena yang bersangkutan awalnya PDP dan hasilnya setelah diperiksa negatif, makanya kita tidak masukkan dalam daftar pasien PDP yang meninggal, karena sebelum meninggal sudah dipastikan negatif.

"Jadi data yang kami input, baru 1 orang TDP yang meninggal di Pontianak dan itu pun belum keluar hasilnya apakah yang bersangkutan positif atau negatif Covid-19," kata Harisson.

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020