Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa meminta Kementerian Kesehatan  untuk bisa menertibkan distributor alat kesehatan yang nakal dengan menaikkan harga  ditengah wabah COVID-19 saat ini.

"Sejak pertama kali Indonesia diserang wabah pandemi COVID-19  pada  2 Maret 2020 yang akhirnya berdampak pada langkanya beberapa alkes (alat kesehatan) terutama masker dan hand sanitizer hingga sampai saat ini kelangkaan peralatan kesehatan tersebut terus terjadi," kata Karolin di Ngabang, Minggu.

Karolin mengatakan meskipun  Kabupaten Landak punya anggaran seperti yang telah dialokasikan, namun tidak dapat dibelanjakan karena barang yang tidak ada.

"Bahkan meskipun hari ini kita punya uang tapi kita tidak bisa belanja karena barang tidak ada. Selain itu, selalu mengalami perubahan harga setiap hari dengan peningkatan yang luar biasa, misalnya saja baju Hazmat harga normal Rp900 ribu tapi karena langka sehingga ada yang menawarkan kepada kita dengan harga Rp2 juta lebih," katanya.

Untuk itu, dirinya berharap kepada Menteri Kesehatan dan Kapolri untuk memberi perhatian kepada distributor untuk tidak main-main dengan harga disaat situasi bencana seperti ini.

Bupati Karolin berjanji  akan berusaha secara mandiri dalam memenuhi peralatan kesehatan yang merupakan kebutuhan pokok dalam menangani COVID-19.

Langkah ini dipilihnya mengingat bantuan dari pemerintah pusat belum cukup karena bantuan yang disalurkan dari pusat merupakan bantuan alat-alat kesehatan yang harus dibagi ke seluruh Indonesia.

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020