Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar, Moh. Wahyu Yulianto mengatakan sekitar 270.000 penduduk di Kalbar sudah mengikuti Sensus Penduduk (SP) 2020 secara online.

"Jumlah penduduk yang ikut SP2020 online tersebut periode 15 Februari - 31 Maret 2020," ujarnya di Pontianak, Jumat.

Menurutnya SP2020 online semula hanya sampai 31 Maret 2020, namun tertunda sebagai dampak dari kasus COVID-19. Secara umum, tahapan SP2020 masih dilakukan di tahun ini namun jadwalnya mengalami pergeseran.

"Jadi untuk SP2020 secara online diperpanjang hingga Mei 2020. Sehingga masih ada kesempatan bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam sensus kali ini," papar dia.

Ia menyebutkan bahwa pencapaian terhadap SP2020 online di Kalbar tersebut sebesar 5 persen dari target 11 persen penduduk di Kalbar.

"Adapun  target nasional 20 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Namun realisasi SP2020 secara online secara nasional baru sekitar 6 persen," ujarnya.

Menurutnya sejumlah tantangan dalam SP2020 online di Kalbar antara lain  masih ada daerah yang belum terhubung jaringan internet.

"SP2020 online harus terhubung dengan internet. Kalau tidak ada internet otomatis tidak akan bisa terdata, tidak perlu khawatir karena penduduk yang tidak melakukan secara online, petugas akan melakukannya SP2020 langsung di lapangan," jelas dia.

Terkait perpanjangan SP2020 secara online, ia mengajak masyarakat di Kalbar yang belum memanfaatkan perpanjangan apalagi di tegah COVID-19 masyarakat yang bekerja di rumah memiliki waktu yang cukup luang.

"Kita terus mengajak dan mengimbau masyarakat berpartisipasi aktif dalam pencatatan penduduk. Dengan perpanjangan waktu yang ada dipersilakan mengisi sensus secara mandiri dengan online," jelas dia.

Ia menyebutkan bahwa data penduduk sangat penting. Sehingga semua harus tercatat dan aktif.

"Data penduduk penting untuk perencanaan pembangunan dan kebijakan pemerintah. Sehingga masyarakat harus berperan aktif dan menyukseskan SP2020 ini," katanya.

Baca juga: BPS Kota Singkawang rekrut 300 Petugas Sensus
Baca juga: Sensus penduduk online terkendala jaringan internet
Baca juga: Hasil sensus penduduk 2020 penentu kebijakan pemerintah

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020