Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau melakukan pertemuan dengan seluruh penyuluh KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga) setempat guna menyatukan persepsi dan langkah-langkah operasional penyuluhan KB di tengah pandemi COVID-19 di kabupaten itu.

"Pertemuan ini sangat penting dan tentu dalam pertemuan ini kami tetap memperhatikan pedoman 'physical distancing dan social distancing' (pembatasan fisik dan sosial), mengatur jarak peserta 1,5-2 meter dan wajib menggunakan masker, cuci tangan sebelum dan sesudah pertemuan," kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan, dan Penggerakan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau Budi Mustika di Sekadau, Selasa.

Dia menjelaskan agar penyuluhan dan pelayanan KB tetap berjalan dan para akseptor tetap terlayani, para penyuluh KKBPK atau PKB diimbau dalam melaksanakan tugas tetap mengikuti petunjuk sebagaimana surat edaran Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar dan surat edaran Bupati Sekadau tentang penyesuaian sistem kerja aparatur sipil negara dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau.

"Dengan tetap berpedoman pula pada protokol kesehatan, yaitu pentingnya prinsip 'physical distancing dan social distancing', di mana selalu menggunakan masker selama di luar rumah serta cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir setelah melakukan tugas kegiatan. Karena itu, ditekankan agar balai penyuluh wajib menyediakan sarana dan prasarana pencegahan tersebut," ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kabupaten Sekadau Henry Alpius meminta seluruh penyuluh KKBPK selain melaksanakan tugas juga mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan penularan COVID-19, terlebih di masing-masing kecamatan dan desa sudah ada Satgas Pencegahan COVID-19.

"Garda terdepan memutus rantai penularan COVID-19 ada pada masyarakat itu sendiri. Namun, kesadaran yang kuat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) setiap orang, termasuk para penyuluh, tentu ini sangat sejalan dengan salah satu dari delapan fungsi keluarga. Begitu pula fungsi-fungsi keluarga lain yang berkaitan pentingnya 'physical distancing dan social distancing'," katanya.

Dia mengatakan penyuluh KB sebagai ujung tombak pelaksanaan program KKBPK di kecamatan dan dibantu PPKBD dan sub-PPKBD di desa dapat membantu pemerintah daerah melalui penguatan implementasi delapan fungsi keluarga sehingga dapat memutus rantai penularan COVID-19 di daerah itu.

"Kita patut bersyukur sampai saat ini di Kabupaten Sekadau belum ada dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19. Dan saya juga menyampaikan terima kasih sesuai laporan bahwa dari 18 Kampung KB yang ada di Kabupaten Sekadau, rata-rata sudah sangat aktif dalam upaya pencegahan penularan COVID-19. Ini dilihat dari langkah-langkah desa menuju Kampung Siaga COVID-19," ujarnya.

Ia menjelaskan ada empat kegiatan utama dalam Kampung Siaga COVID-19, yaitu membentuk Satgas Siaga COVID-19 tingkat rukun warga, menyosialisasikan hidup bersih dan sehat, sterilisasi fasilitas umum dan fasilitas sosial, serta mengaktifkan sistem keamanan warga.

"Ini semua sangat erat hubungannya dengan implementasi delapan fungsi keluarga yang harus dijalankan di tengah-tengah keluarga dan masyarakat," katanya.
 

Pewarta: Slamet Ardiansyah

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020