Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Kalbar, Florentinus Anum mengatakan sejauh ini berdasarkan pantauan di lapangan ketersediaan komoditas hortikultura jelang Ramadhan masih aman.

"Ketersediaan komoditas hortikultura berdasarkan pantauan di lapangan di kabupaten atau kota di Kalbar secara umum masih aman baik cabai, bawang dan sayuran," ujarnya di Pontianak, Kamis.

Hanya saja, sejauh ini ketersediaan cabai masih defisit dan masih didatangkan dari luar Kalbar. "Komoditas cabai dan bawang memang masih didatangkan dari luar Kalbar. Nah ini yang tentu menjadi perhatian kita," kata dia.

Dengan sejumlah tantangan pihaknya mengimbau petani untuk tetap dan terus bercocok tanam terutama cabai dan sayuran.

Baca juga: Kalbar targetkan 1,58 juta GKG pada tahun 2020
Baca juga: Program Kostratani di Kalbar masuk tahap pemetaan anggaran

"Kita juga mempercepat pelaksanaan bantuan untuk tanaman cabai dan sayuran baik bersumber dari APBN maupun APBD," kata dia.

Sejauh ini berdasarkan pantau di lapangan harga komoditas hortikultura di Kalbar seperti bawang merah di kisaran Rp45.000 - Rp55.000 per kilogram, bawang putih Rp40.00 -Rp50.000 per kilogram, bambang bombai Rp55.000 - Rp60.000 per kilogram dan cabai rawit Rp45.000 - Rp65.000 per kilogram.

Sebelumnya Anum mengatakan perkiraan ketersediaan beras di Kalbar hingga Idul Fitri 2020 surplus.

"Masyarakat tidak perlu khawatir bahwa dari sisi produksi ketersediaan stok kita hingga Idul Fitri 2020 atau Mei nanti surplus mencapai 112.544 ton. Saat wabah COVID -19 ini, beras kita aman dan jangan panik," kata dia.

Ia menjelaskan angka beras surplus bersumber dari stok beras Kalbar hingga 2019 lalu dan ditambah panen dari Januari - Mei 2020.

"Stok beras di Kalbar sampai dengan 31 Desember 2019 sebanyak 38.092 ton. Sedangkan perkiraan panen padi periode Januari-Mei 2020 seluas 164.591 Ha, produktivitas 28,57 ku/ha dan produksi gabah sebanyak 470.258 ton gabah kering giling," katanya.

Baca juga: Distan Kalbar prediksi produksi beras surplus hingga Idul Fitri
Baca juga: Pengamat: Dampak COVID-19, permintaan sektor pertanian Kalbar menurun
Baca juga: COVID-19 ganggu produksi dan pendapatan petani

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020