Pemerintah Kabupaten Kayong Utara belum ada rencana melakukan penutupan perbatasan dengan Ketapang dalam penanganan COVID-19 di negeri bertuah tersebut karena bisa melumpuhkan ekonomi masyarakat.

“Penjagaan, pemeriksaan sudah kita lakukan secara rutin, cuman kalau untuk melakukan penutupan dengan Ketapang agak sulit nanti muncul masalah ekonomi,” kata Bupati Kayong Utara Citra Duani di Sukadana.

Selain itu juga menurutnya, banyak warga yang kerja di Ketapang dan ada juga warga Ketapang yang kerja di Kabupaten kayong Utara sehingga penutupan lintas dua kabupaten tersebut bisa memunculkan masalah baru.

“Antara kita dan Ketapang ini hanya berbatasan dengan jembatan, karena ada orang Ketapang yang kerja disini ada juga orang sini kerja di Ketapang,  dan kemudian  sebenarnya lintasan dengan Ketapang ini satu daratan dengan kita yang sebenarnya kalau akan menutup akan timbul masalah, pertama arus barang dan orang akan terganggu,” jelasnya.

Untuk itu menurutnya, bagi warga yang sering bolak balik antar dua kabupaten tersebut harus bisa lebih mawas diri untuk menjaga kebersihan dan kesehatan serta menjaga jarak agar bisa terhindar diri dan keluarganya dari virus yang berbahaya tersebut.

“Tapi kita sudah melakukan pengetatan di perbatasan Kayong Utara Ketapang,” kata Citra Duani.

Pewarta: Rizal

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020