Bupati Landak Karolin Margret Natasa meminta kepada setiap kepala desa yang ada di kabupaten itu untuk membenahi data gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang ada, agar bantuan pertanian yang akan diberikan oleh Pemkab Landak bisa lebih tepat sasaran.

"Saat ini kami dari Pemkab Landak terus memaksimalkan modernisasi dan peningkatan hasil pertanian di Landak. Untuk itu, kami minta kepala desa agar bisa membenahi data gapoktan yang ada, agar bantuan yang akan diberikan bisa tepat sasaran," kata Karolin di Ngabang, Landak, Kalbar,  Kamis.

Tidak hanya menggencarkan bantuan alsintan, saat ini Pemkab Landak juga terus menyalurkan bantuan benih bersertifikat kepada petani, agar hasil pertanian masyarakat bisa lebih maksimal.

"Dalam satu bulan terakhir ini saya terus melakukan kunjungan kerja ke desa-desa dan membagikan bantuan untuk petani, sehingga kita minta agar pemdes bisa melakukan pendataan akurat terhadap gapoktan yang ada," tuturnya.

Dalam penyaluran ini Karolin menyampaikan kepada para petani agar dapat memanfaatkan bantuan dari pemerintah dengan sebaik-baiknya. Terlebih dalam situasi pandemi COVID-19 saat ini pemerintah telah memberikan perhatian dan terus mendorong ketahanan pangan agar tidak terjadi krisis pangan.

"Dalam situasi COVID-19 saat ini memang situasi ekonomi dunia dan Indonesia sulit, tetapi pemerintah tentu tetap berusaha membantu masyarakatnya walaupun banyak pembangunan yang dibatalkan, baik pembangunan jalan, jembatan, irigasi dan sebagainya. Untuk bidang pertanian dan ketahanan pangan, pemerintah terus berusaha jangan sampai rakyat kelaparan dalam situasi COVID-19 seperti bantuan benih padi ini," katanya.

Dalam kesempatan ini pula Bupati Landak berpesan kepada para petani agar bisa memaksimalkan lahan yang tersedia agar tidak ada lahan yang menganggur.

"Pertanian harus kita tingkatkan, karena inilah modal kita, mudah-mudahan dengan pertanian yang modern dan maju bisa mencukupi kebutuhan. Jangan ada lahan yang menganggur dan situasi zaman sekarang makin susah dengan cara berladang dan membakar, Kalau sudah ada sawah maksimalkan dengan baik," katanya.

Selain itu, mantan anggota DPR dua periode itu meminta para petani dibantu aparat desa untuk membenahi data kelompok tani dengan benar. Karena menurut Karolin selama ini yang masih menjadi masalah dan kendala pemberian bantuan oleh pemerintah yaitu terkait data kelompok tani yang belum lengkap.

"Saya serius untuk membantu ibu dan bapak, saudara-sadari sekalian, bentuk keseriusan kita adalah dengan kehadiran Saya disini. Saya memancing agar desa bergerak juga bersama pemerintah, memberikan pembinaan kepada para petani dan masyarakat kita dengan membenahi kelompok tani supaya valid datanya," katanya.

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020