Gubernur Kalbar Sutarmidji mengusulkan proyek pengadaan listrik di 332 desa yang belum dijangkau di daerah tersebut sebagai prioritas nasional tahun 2022 mendatang.

"Di Kalbar masih ada 332 desa yang gelap gulita atau belum mendapat listrik. Ini yang menjadi keluhan masyarakat ke pemerintah," katanya saat rapat koordinasi dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa secara daring di Pontianak, Rabu.

Tahun 2020 lalu menurutnya pengadaan listrik sudah direalisasikan pada 23 desa. Namun masih ada keluhan dari masyarakat yang belum mendapat listrik.

"Tahun 2019 sebanyak 355 desa belum dijangkau oleh listrik. Alhamdulillah pengadaan listrik bisa direalisasikan ke 23 desa. Jadi masih ada 332 desa yang belum terjangkau pada 2020," katanya.

Sutarmidji mengatakan untuk saat ini saja, kata dia, ada 20 persen kebutuhan listrik masih mengimpor dari Malaysia.

"Ada 20 persen atau sekitar 299 MW kebutuhan listrik kami beli dari Malaysia. Artinya kita masih belum mandiri," kata dia.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan pada tahun 2021 proyek pengadaan listrik sudah dialokasikan pada APBN dan tahun 2022 dianggarkan kembali.

"Pengadaan listrik sudah kami masukkan dan akan diselesaikan secara bertahap. Rupanya banyak sekali rumah tangga yang belum dijangkau listrik," katanya.

Suharso juga berharap dengan mengatasi isu strategi itu di Kalbar, pertumbuhan ekonomi tahun 2020 dengan terget 2021 bisa mencapai 5,3 persen dan 2022 sebesar 5,6 persen - 6,6 persen.

Sebelumnya, General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, meski ditengah pandemi yang masih melanda, PLN tetap berkomitmen melakukan pembangunan dan perluasan jaringan listrik agar semakin banyak warga yang berada dipelosok desa dapat menikmati listrik. Upaya yang dilakukan tentunya disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang dimiliki oleh perusahaan.

Dikatakannya, Dusun Geruguk merupakan lokasi terakhir yang berhasil dilakukan penyalaan listriknya melalui anggaran tahun 2020.

Sepanjang tahun 2020, PLN Kalbar telah melakukan pembangunan dan perluasan jaringan listrik di 68 lokasi dusun dan desa yang tersebar di Kalimantan Barat, baik lokasi baru maupun perluasan atau pengembangan jaringan yang sebelumnya sudah ada.

Sepanjang tahun 2020 pihaknya telah melakukan pembangunan dan perluasan JTM sepanjang 467,09 kms, JTR sepanjang 289,56 kms, dan 155 unit gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 11.295 kVA.

"Dengan dilaksanakannya pembangunan dan perluasan jaringan listrik ini maka akan semakin banyak warga desa yang dapat menikmati listrik, perekonomian warga pun secara otomatis akan terus meningkat dengan adanya listrik," tutur Ari.

Ari juga mengatakan hingga Desember 2020, rasio elektrifikasi di Kalbar kini meningkat dari yang sebelumnya sebesar 89,96 persen pada tahun 2019 menjadi 93,07 persen di akhir 2020.

Pewarta: Dedi dan Yunita Andriani

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021