Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus fokus meningkatkan investasi di sejumlah daerah dalam rangka mendorong  pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut yang kini lebih banyak ditopang Proyek Strategis Nasional.

“Realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) di Kalbar Triwulan I Tahun 2021 mencapai Rp2,76 triliun. Untuk realisasi yang ada terus kita maksimalkan dan fokus,” ujar Kepala DPMPTSP Kalbar Hendra saat seminar investasi daerah di yang dipantau secara daring di Pontianak, Selasa.

Ia menjelaskan fokus investasi tersebut yakni pada percepatan operasional  Pelabuhan Kijing oleh PT Pelabuhan Indonesia II.  Kemudian optimalisasi kawasan industri Ketapang dalam mendukung hilirisasi bauksit sebagai salah satu potensi besar di daerah tersebut.

“Kami mendorong juga pembangunan proyek pengolahan bauksit. Bahkan kita juga tengah mendorong investasi pariwisata untuk mendukung kebijakan pembangunan desa wisata,” jelas dia.

Terkait tantangan perkembangan investasi di Kalbar sendiri yakni investasi yang relatif masih ditopang proyek strategis nasional.

“Sejauh ini investasi ke Kalbar masih mengandalkan investasi PMA. Untuk PMDN terbatas. Nilai investasi selama periode Triwulan I tahun 2021 untuk PMDN sebesar Rp1,27 triliun menurun 61,16 persen dari Rp3,28 pada periode yang sama tahun 2020. Penurunan ini juga terjadi pada PMA. Selama periode ini untuk PMA sebesar Rp1,48 triliun juga mengalami penurunan 51,67 persen dari Rp3,07 triliun pada periode yang sama tahun 2020," jelasnya.

Realisasi investasi sendiri daerah di Kalbar sejauh ini mendominasi adalah Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Mempawah dengan Proyek Strategis Nasional.

"Untuk di Mempawah itu proyek strategisnya pembangunan Pelabuhan Kijing dan di Ketapang sendiri proyek strategisnya pembangunan smelter bauksit dari PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR)," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pandemi COVID-19 menjadi tantangan dan faktor perlambatan kinerja investasi pada Triwulan I tahun 2021.

"Hal ini selain Proyek Strategis Nasional penyokong kinerja investasi pada tahun 2020 di Kalbar yang pada tahun ini telah hampir menyelesaikan rencana investasinya," kata dia.

Ia berharap tren negatif nilai investasi tidak terus berlanjut dan tetap optimis untuk mendorong kinerja investasi.

"Kami bersama Kementerian Investasi atau BKPM RI dan DPMPTSP di Kabupaten/Kota akan terus bekerjasama melakukan pengawalan investasi untuk mencapai target realisasi investasi 2021,"katanya.
 

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021