Dua penjaga kebun durian selamat dalam peristiwa longsor terjadi  di Gunung Sungai Buaya  Dusun Mulia  Tani Desa Dusun Besar Kecamatan Pulau Maya Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, pada Rabu sekitar jam 07.00 pagi waktu setempat.

Dua  orang tersebut sempat terkena longsor namun cepat diselamatkan warga yang datang untuk mencari. Longsor yang  terjadi jauh dari pemukiman warga tersebut  hanya merusak kebun durian warga yang saat ini sedang berbuah.

"Iya betul ada longsor di Dusun Besar, namun karena lokasinya di bukit, jadi tidak berdampak langsung ke pemukiman warga. Dua orang yang sedang menjaga durian bisa selamat walaupun sempat terdampak oleh longsor tersebut. Alhamdulillah mereka selamat," kata Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah Kabupaten Kayong Utara Noorhabib di Sukadana, Rabu.

Saat ini pihaknya sedang mengumpulkan data dan informasi terkait dampak hujan deras dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Kayong Utara. Sedangkan personil dan alat sudah dipersiapkan untuk menanggulangi dampak cuaca buruk yang terjadi beberapa hari belakangan ini.

"Untuk  saat ini kami sedang  mengumpulkan data sebanyaknya, untuk sebagai dasar penentuan langkah berikutnya,"kata dia.

Informasi yang sudah ia peroleh di Kecamatan Pulau Maya semua desa telah terendam banjir. Pelabuhan Pulau Maya saat ini lumpuh total akibat terendam banjir.
 
"Daerah lain seperti Simpang Hilir terutama Desa Sungai Mata - Mata juga sudah terendam banjir," jelasnya.

Hujan deras yang melanda Kabupaten Kayong Utara sejak Selasa (13/07) hingga saat ini Rabu (14/07) membuat sebagian daerah terendam air.

"Hujan cukup deras dari sore kemarin, tidak berhenti - henti, sempat reda sebentar tapi lanjut hujan lagi,"kata salah saru warga Simpang Hilir Andre.

Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi saat ini terlama  sejak sebulan terakhir hingga membuat sebagian daerah di Kayong Utara terendam banjir.

"Disini belum sampai masuk rumah, baru sampai mata kaki airnya," jelasnya.

 

Pewarta: Teguh Imam Wibowo/Rizal

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021