Penanaman mangrove di kawasan pesisir Desa Pasir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat saat ini sudah capai 35 hektare dan terus dilanjutkan aksi nyata oleh relawan lingkungan di daerah itu serta didukung oleh pemerintah.

“Luas hutan mangrove Desa Pasir dari panjang garis pantai 3 kilometer sudah mencapai 35 Ha lebih. Saat ini di kawasan Mempawah Mangrove Park atau MMP yang ada di Desa Pasir luas hutan mangrove semakin baik dan terus dilakukan penanaman mangrove. Tahun ini akan ditanam 70 ribu pohon kegiatan dari KLHK melalui BPDAS Kapuas Pontianak,” ujar Pelopor sekaligus pengelola MMP, Raja Fajar Azansyah saat dihubungi di Mempawah, Senin.

Terkait komitmen pemerintah terhadap pengembangan mangrove di kawasan pesisir ia menilai dalam dua tahun terakhir pemerintah pusat melalui Kementerian KLHK dan KKP sangat memperhatikan wilayah pesisir di beberapa provinsi di Indonesia untuk melalui restorasi mangrove termasuk di Mempawah.


Baca juga: Jasa Raharja tanam 1.800 bibit mangrove di Mempawah


“Komitmen pemerintah sudah ada untuk pelestarian mangrove walaupun kegiatan tersebut di bungkus dengan kegiatan Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN. Namun ada kelemahan kelebihan dan kelemahan program tersebut. Akan tetapi saya sebagai penggiat mangrove, memandang positif semangat dan program pemerintah ini,” jelas dia.

Untuk di Kabupaten Mempawah dan perlu menjadi perhatian yakni di garis pantai yang saat ini terpantau dan terancam abrasi sepanjang hampir 2 kilometer di wilayah Kelurahan Tanjung. Hal itu perlu dilakukan penanaman mangrove.

“Namun upaya penanam sudah mulai dilakukan semenjak tahun 2020 hingga saat ini. Sejauh ini keterlibatan semua pihak sangat penting, semua komponen, baik itu pemerintah pusat, daerah, masyarakat serta didukung oleh pihak ketiga yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan dibantu media sangat terus dibutuhkan,” katanya.

Pada momen International Mangrove Day yang jatuh setiap 26 Juli ia mengajak semua pihak peduli dan terus bersama melestarikan mangrove. Menurutnya banyak sekali manfaat mangrove untuk kehidupan manusia dan bumi.

“Peringatan hari mangrove bukan hanya dengan cara seremonial, tapi dengan cara tetap menanam, menjaga dan memanfaatkannya secara berkelanjutan. Mangrove sangat penting untuk kehidupan, jaga mangrove untuk masa depan anak cucu kita,” kata dia.

Baca juga: Pengunjung ekowisata Mangrove Park di Mempawah turun drastis selama pandemi
Baca juga: BRGM reboisasi 6.000 hektare hutan bakau di Kalimantan Barat
Baca juga: Upaya PLN kembangkan Desa Wisata Mangrove di Sungai Bakau Mempawah
 

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021