Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat Fransiskus mendorong eksekutif agar memaksimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2022 agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Eksekutif kami minta dan dorong lebih memaksimalkan potensi yang dimiliki Kabupaten Bengkayang supaya PAD dapat mencapai target yang ditetapkan. Terlebih, saat ini Pemda memiliki beban dan tanggung jawab dari pinjaman PEN, untuk pembangunan di Bengkayang," ujarnya di Bengkayang, Kamis.

Fransiskus juga meminta agar bupati dapat menggerakkan setiap OPD yang ada untuk memaksimalkan potensi yang ada. Dengan begitu, ia yakin target yang ditetapkan pemerintah tahun 2022 dapat tercapai.

"Target PAD 2022 sebesar Rp80 miliar. Ini tentu naik dari 2021. Tapi di bawah pimpinan Sebastianus Darwis dan Syamsul Rizal saya yakin target PAD dapat dicapai. Yang pasti dengan menggenjot semua OPD penghasil PAD untuk lebih maksimal lagi yang mungkin selama ini terabaikan," kata dia.

Potensi yang ada lanjut Fran seperti di memaksimalkan penghasil di bidang pariwisata, perikanan, walet dan parkir, penerangan jalan umum dan lainnya. Terlebih saat ini, Pemda sendiri sudah meluncurkan aplikasi E-PBB Lamus dan Simple MANTAP, untuk memudahkan transaksi masyarakat dalam membayar pajak. Hanya saja perlu penyesuaian dan sosialisasi.

"Ini merupakan langkah dan inovasi yang baik bagi daerah, untuk memudahkan masyarakat dalam membayar pajak," ucapnya.

Fran berharap tata kelola pemerintahan akan jauh lebih baik, menuju Bengkayang maju dan mantap.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Esidorus mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam mencapai target PAD kabupaten Bengkayang di 2022.

"PAD tahun Ini mengalami kenaikan dari target tahun sebelumnya. DPRD sendiri sangat mendukung upaya pemerintah daerah dalam rangka mencapai target PAD dengan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan dan potensi daerah. Jika pendapatan daerah tinggi maka lebih mudah untuk pembiayaan pembangunan daerah," jelas dia.

Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal menyampaikan bahwa 2022 pihaknya menargetkan PAD mencapai Rp80 miliar dari sebelumnya berkisar Rp56 miliar.

"Untuk bisa mencapai target tentu pemerintah sendiri akan terus menggerakkan potensi-potensi yang ada dari berbagai sumber. Baru-baru ini juga bersama DPRD sedang membahas Raperda salah satunya Raperda tentang penyelenggaraan perikanan. Raperda tersebut dalam rangka memanfaatkan, mengembangkan, dan melestarikan sumber daya ikan dan lingkungannya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata dia.

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022