Koordinator Bidang Koordinasi dan Konvergensi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sintang menyatakan turunnya angka stunting di 18,7 persen dari 38,2 persen bisa terjadi berkat kerja sama semua pihak.

"Selain itu, inovasi yang dilakukan dalam upaya penurunan stunting bisa dikatakan berjalan dengan baik," kata Koordinator Bidang Koordinasi dan Konvergensi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sintang, Kartiyus di Sintang, Kalimantan Barat, Selasa. 

Dia mengatakan, kunci utama menurunkan angka stunting di Sintang adalah kekompakan semua tim dari lintas sektor. Saya minta semua tim harus terus kompak.

Menurutnya Tim Percepatan Penurunan Stunting harus kompak membangun sinergi. Baik di tingkat kecamatan hingga desa. Kemudian kunci sukses penurunan stunting adalah dengan membuat inovasi baru. Sebab menghadapi persoalan stunting, perlu dilakukan hal-hal yang baru juga. Sehingga para petugas tidak bosan dan tetap terus bersemangat.

Dari hasil tinjauan tim di lapangan. Penyebab stunting di Sintang karena sanitasi. Dari total 391 desa, ODF ada 102.

"Di tahun ini kami target 50 desa lagi. Mudah-mudahan dalam setahun ini, bisa 50 desa terbangun sanitasi yang baik. Alokasi anggarannya bisa menggunakan dana desa atau memanfaatkan CSR perusahaan yang berada di wilayah desa,” ujarnya.

Menurut Kartiyus adapun pemicu stunting yaitu masalah air bersih dan sanitasi. Namun untuk wilayah hulu tetap masalah gizi pada keluarga.

Untuk mengintervensi stunting dalam persoalan gizi. Pemda Sintang sudah menjalankan program menanam di halaman rumah masing-masing. Kemudian untuk proteinnya bisa membuat kandang ternak. Untuk vitaminnya juga bisa menanam pohon buah-buahan.

"Jadi tak semuanya harus beli. Ketika semua ini bisa melengkapi pemenuhan vitamin dan proteinnya, pasti akan terhindar stunting," ujarnya.

Inovasi lainnya lanjut dia, dengan program Kampung Sayur dengan Dinas Pertanian. Lalu kampung hortikultura dengan fokus di desa-desa menanam buah yang berbeda -beda.

"Seperti Desa Pagal Baru mereka menanam lengkeng. Beberapa desa ada menanam pisang dan nanas. Jadi setiap desa miliki keunggulan," ujarnya.

Saat ini ujar Kartiyus pihaknya juga terus memperkuat para duta seribu HPK baik di tingkat kecamatan dan desa. Menurutnya pemahaman ilmu tentang stunting mesti dimiliki oleh para duta stunting. Oleh sebab itu dari tahun ke tahun, pihaknya selalu membuat program peningkatan kapasitas para duta seribu HPK ini.

Kemudian lanjut dia, penguatan para tokoh agama untuk menyampaikan informasi tentang stunting saat memberikan khotbah sudah dilakukan.

"Saya kira inovasi lama dan baru sudah kita lakukan buat menurunkan angka stunting ini. Mudah-mudahan ke depan stunting bisa turun lagi," ujar Krtiyus.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kaper BKKBN Provinsi Kalbar Aulia Arfiansyah Arief mengatakan, penurunan angka stunting di Kabupaten Sintang patut diapresiasi.

“Keberhasilan Kabupaten Sintang dalam mencegah dan menurunkan angka stunting ini perlu apresiasi,” kata Aulia.

Menurut Aulia dengan keberhasilan ini maka apa yang sudah dilakukan Sintang dalam upaya penurunan stunting bisa juga menjadi percontohan untuk daerah lain agar bisa melakukan hal yang sama.

Baca juga: Bidan Sintang cek kesehatan balita gratis cegah generasi stunting

Baca juga: Pemkab Sintang raih peringkat pertama penanganan stunting se-Kalbar

Baca juga: Anggota DPRD Sintang puji penanganan stunting
 

Pewarta: Slamet Ardiansyah

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023