Sungai Raya, Kalbar, 1/8 (ANTARA) - Angkutan barang melalui jasa kargo yang sering terlambat dipastikan tidak hanya menyebabkan kerugian bagi pelaku usaha, tetapi juga menjadi penyebab ekonomi biaya tinggi bagi perekonomian Kalimantan Barat.
"Jika pengiriman barang melalui via kargo pesawat terlambat, apa lagi dengan waktu yang lama tentu hal itu menyebabkan kerugian bagi para pelaku usaha. Untuk menekan kerugian itu, para pelaku usaha akan menaikkan harga barang, sehingga perekonomian di provinsi ini ditopang barang biaya tinggi," kata Pengamat Ekonomi Kalbar, Dian Patria di Sungai Raya, Rabu.
Menurut staf pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura, jika dalam tiga hari saja pengiriman barang terlambat, modal pelaku usaha akan tertahan selama tiga hari itu juga. Padahal pola pemasaran yang ada, pelaku usaha akan kembali memesan barang jika barang sebelumnya habis terjual.
"Nah, kalau dalam tiga hari, apa lagi sampai dua minggu pengiriman barang macet, tentu modal pelaku usaha itu akan tertahan dan mereka akan merugi, karena perputaran barang dan penjualan mereka juga terhambat. Untuk menekan kerugian itu, mau tidak mau akan terjadi kenaikan harga dan itu juga akan merugikan masyarakat," tuturnya.
Dosen Jurusan Ilmu Ekonomi FE Untan menyatakan, untuk menanggulagi macetnya pengiriman barang via kargo, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan mengkhususkan pesawat untuk pengangkutan barang.
Hanya saja di Tanah Air selama ini, menurutnya, maskapai penerbangan selalu memuat barang pesanan melalui kargo dengan disatukan bersama barang bawaan penumpang.
Sebelumnya, Kepala Dinas Operasional PT Angkasa Pura II cabang Bandara Supadio Pontianak, Syarif Usmulyani mengatakan padatnya penumpang pesawat udara beberapa pekan terakhir bukan hanya mengakibatkan warga kesulitan mendapatkan tiket, melainkan juga menghambat arus keluar-masuk barang melalui kargo.
Dia mengatakan, terhambatnya pengiriman barang via kargo sebenarnya sudah terjadi di rute Pontianak seiring terjadinya peningkatan jumlah penumpang.
(pso-171)
