Pontianak (ANTARA Kalbar) - Kepala Dinas Provinsi Kalimantan Barat, Andy Jap mengatakan, ada 24 indikator yang mempengaruhi usia harapan hidup sebagai salah satu dasar dalam menentukan nilai indeks pembangunan manusia di suatu daerah.

"24 indikator ini yang disebut Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat yang mempunyai daya ungkit paling besar dalam mempengaruhi usia harapan hidup di suatu daerah," kata Andy Jap di Pontianak, Selasa.

Diantaranya gizi, sanitasi, penyakit menular, merokok, perilaku hidup serta rasio tenaga kesehatan.

IPM suatu daerah dihitung dari angka harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama usia sekolah, dan pengeluaran perkapita pertahun yang disesuaikan.

Ia melanjutkan, IPM suatu provinsi tergantung kondisi di kabupaten dan kota. Ia mengakui, IPM Kalbar terbilang rendah yakni di peringkat 28 dari 33 provinsi se-Indonesia.

Berdasarkan data tahun 2007, IPKM di sejumlah kabupaten dan kota di Kalbar terdapat disparitas yang cukup tinggi. Kota Singkawang misalnya, dari 440 kabupaten/kota se-Indonesia, menempati peringkat 88.

Sedangkan Kota Pontianak peringkat 125, Kabupaten Pontianak peringkat 178, dan Kabupaten Sambas peringkat 191. Peringkat terendah ditempati Kabupaten Landak yang berada di posisi 403.

"Jadi, kalau mau bicara IPM Kalbar, maka juga harus bicara tentang kondisi di kabupaten dan kota," kata dia menegaskan.

Ia menambahkan, untuk memperbaiki IPM, kabupaten dan kota juga harus bergerak. Pemprov, lanjut dia, berfungsi untuk memediasi dan memfasilitasi kebutuhan kabupaten dan kota dalam mendorong angka IPKM.

"Daerah harus jeli dan mempunyai skala prioritas dalam menentukan kebutuhan yang diinginkan dalam menunjang IPKM," katanya menegaskan.

Misalnya, di suatu daerah rasio tenaga medis sangat mempengaruhi daya ungkit dari IPKM. "Bisa saja itu disiapkan, dan pihak pemprov membantu memfasilitasi," ujar Andy Jap. Pemkab Kapuas Hulu misalnya merekrut 160 tenaga kesehatan yang ditempatkan di tiap desa.

Terkait upaya peningkatan IPM Kalbar dari bidang kesehatan, ia akan memperkuat sinkronisasi program dan kegiatan antara provinsi, kabupaten maupun kota.

Sementara itu, berdasarkan data dari BPS Provinsi Kalbar, terdapat kenaikan dari IPM Kalbar tahun 2011 dibanding tahun sebelumnya.

IPM Kalbar pada tahun 2011 tercatat 69,66; naik dibanding tahun 2010 yang nilainya 69,15.
 
T011




Editor : Teguh Imam Wibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2026