Fitur itu memungkinkan pengguna mencari semua konten yang dipublikasikan oleh teman mereka.
Istilah pencarian dapat meliputi frase seperti "teman yang menyukai Star Wars dan Harry Potter."
Pendiri dan direktur eksekutif Mark Zuckerberg bersikeras fitur ini bukanlah pencarian web, dan oleh karenanya bukan penantang Google.
Namun, Facebook berintegrasi dengan mesin pencari Bing dari Microsoft untuk situasi dimana graph tidak dapat menemukan jawabannya.
Zuckerberg mengatakan "ia tidak berharap" orang akan datang ke Facebook untuk melakukan pencarian web.
"Itu bukanlah tujuannya," kata dia. "Tapi jika anda tidak dapat menemukan apa yang anda cari, maka sangat menyenangkan memiliki ini."
Spekulasi awal menunjukkan bahwa jejaring sosial terbesar di dunia ini akan memasuki teritori Google.
"Kami tidak membuat indeks web," kata Zuckerberg dalam sebuah even di markas Facebook di California.
"Kami membuat indeks peta graph milik kami, graph sangat besar dan terus berubah."
Dalam istilah Facebook, graph sosial adalah nama yang diberikan untuk kumpulan informasi yang dibagi antar teman yang terkoneksi melalui situs tersebut.
Hal itu meliputi foto, update status, data lokasi dan semua hal yang pernah mereka acungi jempol atau "suka."
Teknologi yang sama dapat digunakan untuk rekrutmen, menggunakan graph untuk menemukan orang yang memenuhi kriteria untuk pekerjaan tertentu, serta teman bersama.
Fitur itu adalah fungsi utama LinkedIn, jejaring dominan untuk menjaga koneksi profesional.
(BBC)
Editor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.