"Tidak usah bicara (konvensi) jadi hambar, sementara (proses konvensi) sudah 'hambar'," kata Effendi di Jakarta, Sabtu.
Menurut Effendi, beberapa hal yang membuat konvensi ini menjadi kurang greget adalah pemahaman yang mungkin mengendap dalam tubuh komite bahwa komitmen peserta konvensi untuk tidak saling menjegal diartikan menjadi tidak ada kontestasi atau persaingan.
Effendi mengatakan konvensi yang baik merupakan persaingan para pesertanya untuk mendebat gagasan peserta lainnya. Dia mencontohkan bagaimana persaingan Barack Obama dan Hillary Clinton di Amerika Serikat saat masih berkampanye menuju kursi Presiden negara adidaya itu.
Kedua calon pemimpin tersebut saling menyampaikan gagasan dan pendapatnya mengenai isu-isu penting seperti masalah aborsi di AS atau invasi militer di Irak. Kemudian masing-masing dari Obama dan Hilarry juga akan dihadapkan dengan pendapat-pendapat dari John McKain.
"Semuanya saling berargumen dan berusaha menyisihkan," kata Effendi.
Proses tersebut, ujar Effendi, merupakan ajang untuk menstimulasi keluarnya ide-ide brilian dan melaksanakan komunikasi politik yang sehat di antara peserta dan masyarakat umum.
"Seharusnya kontestasi itu juga muncul di konvensi Demokrat. Misalnya, Gita Wirjawan ditanya bagaimana pendapat Anda tentang isu impor atau lainnya, kemudian dihadapkan dengan pendapat Dahlan Iskan dan lain lain dalam melakukan sesuatu kebijakan. Bukan saling menyerang tapi bersaing," kata Effendi.
Effendi mengaku sudah menyampaikan perihal pentingnya kontestasi peserta konvensi tersebut ke 16 anggota Komite lainnya.
"Saya sudah bilang ke dalam (komite) bahwa kontestasi itu perlu, dan semua harus saling menyisihkan. Semua kontestasinya perlu terlihat," kata Effendi.
Semua peserta konvensi, kata Effendi, memang perlu didorong untuk menerapkan kontestasi tersebut.
"Itu baru seru, tidak hambar-hambar saja," katanya.
Komite Konvensi juga telah mengundang empat tokoh untuk menjadi tim audit yang mengawasi berbagai survei politik berkaitan dengan Pemilu 2014.
Tiga di antara empat tokoh tersebut adalah Pakar psikologi politik Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk, Pakar Sosiologi UI Thamrin Tamagola, dan Pakar Ilmu Kebijakan Publik UI Andrinof Chaniago.
"Seorang lagi saya lupa namanya, tapi mereka dan komite sudah bertemu dan sudah banyak berdiskusi," ujar Effendi.
Konvensi Partai Demokrat merupakan metode yang digunakan partai berlambang mercy itu untuk menjaring bakal calon Presiden pada Pemilu 2014. Konvensi tersebut dilaksanakan oleh 17 anggota Komite yang ditetapkan pada Agustus lalu.
Sementara Komite sudah menetapkan 11 peserta konvensi yang akan berlomba menjadi bakal calon Presiden Partai Demokrat. Ke-11 peserta itu adalah Marzuki Alie, Pramono Edhie Wibowo, Irman Gusman, Hayono Isman, Anies Rasyid Baswedan, Sinyo Harry Sarundajang , Endriartono Sutarto, Gita Wirjawan, Dino Patti Djalal, dan Dahlan Iskan.
Pewarta: Indra A PribadiEditor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026